Kanwil Kemenkum NTT Ikut Uji Kualitas SPIP Terintegrasi, Fondasi Tata Kelola Birokrasi yang Lebih Transparan

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Selasa, 12 Mei 2026 | 15:39:01 WIB
Kanwil Kemenkum NTT mengikuti rapat entry meeting evaluasi SPIP Terintegrasi secara daring.

KUPANG — Rapat entry meeting yang digelar Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum secara daring pada Selasa (12/5/2026) menjadi titik tolak evaluasi menyeluruh. Seluruh kantor wilayah di Indonesia, termasuk NTT, wajib mengikuti tahapan ini sebagai bagian dari penguatan pengawasan internal.

Mengapa SPIP Terintegrasi Jadi Prioritas Nasional?

Inspektur Wilayah III Itjen Kemenkum, Kurniaman Telaumbanu, menegaskan bahwa SPIP bukan sekadar dokumen administrasi. Sistem ini, menurut dia, adalah fondasi untuk membangun pemerintahan yang adaptif dan mampu meminimalkan risiko penyimpangan.

“SPIP menjadi langkah strategis mendorong budaya kerja yang berorientasi pada mitigasi risiko, efektivitas kinerja, serta akuntabilitas pelayanan publik,” ujarnya dalam arahannya.

Komitmen dari Ujung Timur Indonesia

Kepala Kanwil Kemenkum NTT, Silvester Sili Laba, menyebut partisipasi aktif jajarannya bukan sekadar formalitas. “Penguatan SPIP bukan hanya tentang memenuhi indikator penilaian, tetapi bagaimana membangun budaya kerja yang menjunjung integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Dari Kupang, sejumlah pejabat hadir mewakili kantor wilayah, antara lain Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Yohanis Bely, Analis Anggaran Ahli Muda Hilon Pisca FoEs, serta Pranata Humas Ahli Muda Dian Lenggu.

Tahapan Awal Menuju Birokrasi Bersih

Entry meeting merupakan langkah pertama dalam proses penjaminan kualitas atas hasil penilaian mandiri maturitas SPIP. Tahapan ini dinilai krusial untuk memastikan implementasi sistem pengendalian intern berjalan efektif di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin dinamis.

Silvester menambahkan, evaluasi berkala menjadi ruang penting bagi organisasi untuk terus berbenah. Dengan sistem pengendalian intern yang semakin kuat, pelayanan publik diharapkan tidak hanya efektif, tetapi juga mampu menghadirkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah.

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: selatanindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top