GARUT — Wahyu Gunawan, warga Garut yang sempat dilaporkan terlantar di Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya tiba di kampung halaman pada Senin (18/5/2026). Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Sosial (Dinsos) memfasilitasi kepulangan pria asal Desa Leuwigoong itu dalam keadaan sehat walafiat.
Kepala Dinsos Kabupaten Garut, Marlinda Siti Hana, mengungkapkan bahwa Wahyu berangkat ke NTT untuk bekerja sebagai tukang di salah satu proyek pembangunan perumahan. Namun, karena sejumlah kendala di lokasi kerja, para pekerja termasuk Wahyu tidak bisa pulang dan akhirnya terlantar.
"Memang dia juga ke sini mendapat bantuan dari salah satu partai, Alhamdulillah. Dan ini juga kami tetap memfasilitasi kepulangan dia menuju ke rumahnya dari Pemerintah Kabupaten Garut, Bapak Bupati Ibu Wakil Bupati melalui dinas sosial," ujar Alin, sapaan akrabnya.
Informasi mengenai kondisi Wahyu yang terlantar di NTT pertama kali diterima Dinsos dari salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut. Setelah mendapat laporan tersebut, Dinsos langsung bergerak cepat mengurus kepulangan Wahyu.
Wahyu tiba di Kantor Dinsos Garut dan menyampaikan rasa terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Garut yang dianggap sigap membantu. "Terima kasih atas bantuannya, perhatiannya, dan upaya yang telah dilakukan sehingga saya bisa kembali pulang dari NTT ke Garut dengan selamat. Kepedulian bapak ibu adalah bukti nyata bahwa pemerintah Garut untuk warganya di manapun berada, semoga Allah SWT membalas semua kebaikan ini," ujar Wahyu di Kantor Dinsos Garut, Senin.
Tak hanya memfasilitasi transportasi kepulangan, Dinsos Kabupaten Garut juga memberikan santunan sebesar Rp 3.000.000 kepada Wahyu. Bantuan tersebut diberikan tanpa potongan dan diharapkan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah kembali ke Garut.
Alin menambahkan bahwa kondisi Wahyu saat ini sehat dan jagjag — istilah Sunda yang berarti segar bugar. "Alhamdulillah Wahyunya dalam keadaan sehat walafiat, jagjag, jadi kita juga senang," katanya.
Pemkab Garut menegaskan komitmennya untuk melindungi warganya di mana pun berada. Kasus ini menjadi contoh respons cepat pemerintah daerah terhadap warga yang menghadapi kesulitan di luar daerah, terutama di wilayah terpencil seperti NTT.