KUPANG — Prakirawan Cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Listy Kurnianingrum, menjelaskan bahwa sirkulasi siklonik di Laut Flores menyebabkan terbentuknya daerah belokan, perlambatan, dan pertemuan angin di wilayah NTT. Dinamika ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan konvektif sehingga memicu hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat.
Selain faktor siklonik, BMKG mencatat adanya pengaruh dinamika atmosfer regional berupa aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Madden-Julian Oscillation (MJO). Kedua fenomena ini turut memperkuat potensi peningkatan curah hujan di wilayah NTT selama periode tersebut.
Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat hingga Sangat Lebat
Pada Senin (18/5/2026), hujan sedang hingga lebat diprediksi mengguyur Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, Kota Kupang, Timor Tengah Utara, Belu, Malaka, Rote Ndao, Sabu Raijua, dan Pulau Sumba. Sementara itu, hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Ende, Ngada, dan Manggarai Barat.
Memasuki Selasa (19/5/2026), potensi hujan dengan intensitas serupa masih akan melanda Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Lembata, Alor, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Belu, Rote Ndao, Sabu Raijua, dan Pulau Sumba. Kategori hujan lebat hingga sangat lebat diprakirakan terjadi di Manggarai Barat, Sikka, dan Flores Timur.
Pada Rabu (20/5/2026), BMKG memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat di Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Tengah, dan Malaka. Kabupaten Sabu Raijua juga diperkirakan mengalami angin kencang selama tiga hari berturut-turut.
Kelembapan Tinggi dan Ancaman Bencana Hidrometeorologi
BMKG mencatat kelembapan udara pada lapisan 850 hingga 500 milibar berada di kisaran 70 hingga 90 persen. Kondisi ini sangat mendukung pertumbuhan awan hujan secara vertikal, yang dapat memperparah intensitas curah hujan di wilayah terdampak.
Masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, sambaran petir, dan angin kencang akibat cuaca ekstrem tersebut. Peringatan ini berlaku untuk seluruh wilayah yang masuk dalam daftar prediksi BMKG.