NUSA TENGGARA TIMUR — Kenaikan Harga Batu Bara Acuan (HBA) periode pertama Juni 2026 menjadi US$ 121,83 per ton membuat pemerintah bergerak cepat. Angka ini melonjak dari posisi periode kedua Mei 2026 yang masih di level US$ 116,32 per ton.
Bahlil mengatakan relaksasi akan dilakukan secara terukur. "Kalau harga bagus, kami akan meningkatkan produksi. Supaya pengusahanya untung, negara untung, rakyatnya juga bisa mendapat dampak positif," ujarnya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Pemerintah belum memutuskan berapa tambahan kuota yang akan diberikan. "Nanti kami lihat perkembangannya," sambung Bahlil.