6.085 Data Veteran di NTT Diduga Dimanipulasi, Pejuang Timor-Timur Tak Terima Tunjangan

Penulis: Fauzan Arifin  •  Kamis, 25 Juni 2026 | 23:07:53 WIB
Brigjen TNI Asep Tardiana Wachgi menegaskan koordinasi untuk menuntaskan manipulasi data veteran di NTT.

KUPANG — Manipulasi data veteran di NTT terungkap setelah adanya laporan ketimpangan penerima tunjangan. Brigjen TNI Asep Tardiana Wachgi menegaskan masalah ini akan dituntaskan dengan berkoordinasi bersama PT Taspen, pemerintah daerah, serta jajaran TNI di NTT.

"Masih banyaknya informasi bahwa ada yang tidak berhak mendapatkan tunjangan veteran itu mereka dapat tunjangan. Tetapi, mereka yang benar-benar melakukan perjuangan khususnya di Timor-Timur mereka tidak dapat tunjangan," tegas Asep di Kupang.

Mayoritas Veteran Seroja dari Operasi Timor-Timur

Berdasarkan data Bacadnas Kemhan, dari total 6.085 veteran di NTT, mayoritas merupakan veteran Seroja. Mereka adalah para pejuang yang bertempur di Timor-Timur pada periode 21 Mei 1975 hingga 17 Juli 1976.

Ketua DPD Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) NTT, AKBP (Purn) Stefanus Djawa Botha, membenarkan jumlah tersebut. Namun, ia mengakui data itu belum akurat karena banyak veteran yang sudah menerima haknya tidak pernah mendaftar sebagai anggota resmi.

"Dari data kami itu 6.085 veteran di NTT, namun belum ada laporan apakah ada yang sudah meninggal atau tidak, mereka tidak pernah lapor," jelas Stefanus.

Kendala Anggaran: DPD LVRI Tak Mampu Verifikasi ke Kabupaten

Stefanus mengungkapkan kendala utama verifikasi data adalah minimnya anggaran. DPD LVRI NTT tidak memiliki dukungan dana dari pemerintah daerah untuk melakukan pengecekan langsung ke berbagai kabupaten di NTT.

"Kami tidak ada dukungan dari pemerintah daerah, jadi kita hanya punya modal semangat saja untuk bisa membangun organisasi ini," ujar Stefanus.

Langkah Bacadnas: Evaluasi Data dan Koordinasi Lintas Instansi

Kapusvet Bacadnas Kemhan memastikan evaluasi data veteran akan dilakukan secara menyeluruh. Koordinasi dengan PT Taspen, pemerintah daerah, DPD LVRI NTT, serta jajaran korem dan kodim di NTT sudah dimulai untuk menyelesaikan persoalan ini.

Asep menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir manipulasi data yang merugikan para pejuang asli. Proses verifikasi ulang diharapkan bisa memastikan tunjangan tepat sasaran pada tahun 2026.

  • Fakta Singkat:
  • Total data veteran di NTT: 6.085 orang
  • Mayoritas: Veteran Seroja (Timor-Timur 1975-1976)
  • Kendala: DPD LVRI NTT tak punya anggaran verifikasi
  • Langkah: Koordinasi Bacadnas, Taspen, Pemda, dan TNI
Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top