KUPANG — Masyarakat di empat daerah di Nusa Tenggara Timur diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang yang diprakirakan terjadi pada Jumat (26/6/2026). BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang menyebut wilayah terdampak meliputi Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, dan Sabu Raijua.
Angin Monsun Timur dan Risiko Karhutla
Prakirawan BMKG El Tari Kupang, Isabela Restu Astuti, menjelaskan bahwa NTT saat ini telah memasuki musim kemarau. Kondisi ini ditandai dengan mulai berkurangnya pertumbuhan awan.
“Di sisi lain, angin monsun timur mulai aktif sehingga memicu peningkatan kecepatan angin di sejumlah daerah,” kata Isabela di Kupang, Kamis (25/6/2026).
Ia menambahkan, kelembapan udara pada lapisan 800 hingga 700 milibar masih terpantau cukup tinggi, yakni berkisar antara 60 hingga 90 persen. Kondisi ini masih berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa titik.
Status Aman, Tapi Imbauan Ketat Dikeluarkan
Meski angin kencang diprediksi melanda, BMKG memastikan tidak ada wilayah di NTT yang berstatus Siaga maupun Awas terhadap potensi hujan lebat hingga ekstrem. Namun, Isabela menekankan bahaya lain yang mengintai.
“Angin kencang yang bersifat kering berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau,” ujarnya.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api. BMKG juga meminta warga untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini yang diperbarui secara berkala.
Antisipasi Cuaca Ekstrem di Tengah Kemarau
Langkah antisipatif ini penting agar masyarakat dapat mengurangi risiko bencana hidrometeorologi. BMKG mengingatkan bahwa angin kencang dapat merobohkan papan reklame, pohon lapuk, hingga atap rumah yang tidak kokoh.
Warga di empat wilayah terdampak disarankan untuk mengamankan barang-barang di luar rumah dan menghindari berteduh di bawah pohon besar saat angin bertiup kencang. Informasi cuaca terkini bisa diakses melalui kanal resmi BMKG atau aplikasi daring.