NUSA TENGGARA TIMUR — Pernyataan itu disampaikan Infantino dalam sebuah forum internasional pekan ini. Ia membayangkan dua kekuatan sepak bola dari Eropa dan Amerika Selatan bertemu di laga final.
Infantino secara spesifik menyebut dua nama besar. Lionel Messi, yang sudah mengantarkan Argentina juara Piala Dunia 2022, dan Lamine Yamal, wonderkid Spanyol yang bersinar di Euro 2024.
"Messi mewakili keabadian, Yamal mewakili masa depan," ujar Infantino dalam kesempatan tersebut. Kombinasi dua nama ini disebutnya sebagai daya tarik tersendiri bagi publik sepak bola dunia.
Spanyol dan Argentina memang sama-sama memiliki skuad bertabur bintang. La Roja tengah dalam masa transisi setelah sukses di Euro, sementara Argentina masih perkasa sebagai juara bertahan Piala Dunia.
Namun, jalan menuju final 2026 masih panjang. Kedua tim harus melewati babak kualifikasi yang ketat. Argentina tergabung di zona Conmebol, sementara Spanyol bersaing di Grup Eropa.
Pernyataan Infantino jelas menambah motivasi tersendiri. Bagi Spanyol, Yamal bisa menjadi simbol kebangkitan setelah era emas 2010. Bagi Argentina, Messi mungkin sudah pensiun pada 2026, tapi warisannya tetap hidup.
Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Ini pertama kalinya turnamen diikuti 48 tim, membuat persaingan menuju final semakin sengit.
Warganet langsung bereaksi. Sebagian mendukung ide final impian tersebut, sebagian lain mengingatkan bahwa Jerman, Brasil, atau Prancis juga punya peluang sama besar.
Yang jelas, pernyataan Infantino menambah bumbu menjelang kualifikasi yang akan dimulai tahun depan. Apakah prediksi presiden FIFA ini akan terwujud? Waktu yang akan menjawab.