NUSA TENGGARA TIMUR — Upacara penurunan Sang Saka Merah Putih berlangsung khidmat sejak persiapan pasukan hingga laporan Komandan Upacara. Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Medan menurunkan bendera dengan tertib, diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan seluruh peserta, termasuk masyarakat yang hadir di lokasi.
Momen berbeda terlihat saat Rico Waas, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara, turun ke lapangan seusai prosesi inti. Bersama Wakil Wali Kota Zakiyuddin Harahap, ia menyalami para peserta upacara satu per satu. Suasana hangat itu menjadi penutup rangkaian acara yang juga dihadiri Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen, unsur Forkopimda, serta pimpinan perangkat daerah.
Penganugerahan Satyalancana Karya Satya menjadi bagian penting dalam upacara kali ini. Penghargaan ini diberikan kepada ASN yang dinilai setia pada Pancasila, UUD 1945, serta menunjukkan pengabdian, kejujuran, dan disiplin secara terus-menerus.
Untuk masa bakti 30 tahun, penghargaan diberikan kepada tiga pejabat: Baginda P. Siregar (Kepala Dinas Dukcapil), Sri Inderarayu (Kepala Bagian Kerja Sama Setda), dan Hendra Rido Gunawan Siregar (Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan).
Kategori 20 tahun diberikan kepada Arrahmaan Pane (Kepala Dinas Kominfo) dan Mahdarina Harahap (Analis Kebijakan Muda Sekretariat DPRD). Sementara itu, lima ASN menerima penghargaan 10 tahun, termasuk Arafat Syam (Karo Protokol dan Komunikasi Pimpinan), dr. Iman Surya (Wakil Direktur RSUD dr. Pirngadi), serta Muhammad Iqbal (Lurah Sidomulyo, Medan Tuntungan).
Pilihan Rico Waas mengenakan pakaian adat Karo dalam upacara kenegaraan ini bukan sekadar gaya. Hal itu menjadi simbol pengakuan atas keberagaman budaya Sumatera Utara, sekaligus pengingat bahwa kemerdekaan diperjuangkan oleh seluruh elemen bangsa dari berbagai latar belakang.
Kehadiran masyarakat yang memadati area Lapangan Merdeka menambah semarak peringatan tahun ini. Prosesi yang berjalan lancar tanpa hambatan menunjukkan kesiapan pemerintah kota dalam menyelenggarakan agenda nasional, sekaligus menjaga tradisi penghormatan terhadap simbol negara.
Dengan diserahkannya kembali bendera kepada inspektur upacara, rangkaian resmi pun usai. Namun, semangat kemerdekaan yang terpancar melalui penghargaan kepada para ASN dan keakraban antara pejabat serta warga menjadi catatan tersendiri bagi perayaan HUT Ke-81 RI di Kota Medan.