Gempa M7,4 Flores: 4 Hari Berlalu, Warga Nagekeo Masih Mengungsi di Lapangan Danga dan Bertahan Swadaya

Penulis: Jauhari Lubis  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:44:01 WIB
Warga mengungsi di Lapangan Danga, Nagekeo, pada hari keempat pascagempa M7,4 Flores.

NAGEOKO — Warga Tonggurambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, mulai kekurangan persediaan makanan dan minuman di lokasi pengungsian. Kondisi itu memaksa sebagian dari mereka kembali ke rumah masing-masing untuk memenuhi kebutuhan dasar, meski wilayah pesisir tersebut sempat masuk dalam cakupan peringatan dini tsunami. "Kami masih membutuhkan makanan dan minuman. Kami masih bertahan secara swadaya, berharap semoga segera ada bantuan untuk kami," ungkap Yohanes Mere Wea, warga Tonggurambang, kepada Floresa.

Bantuan Baru Tiba di Hari Keempat

Yohanes menyebutkan, warga Tonggurambang yang memilih kembali ke rumah baru menerima bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pada 18 Agustus pukul 22.42 Wita. Bantuan yang diterima berupa dua kilogram beras dan empat butir telur untuk setiap kepala keluarga.

Arif Sanjaya Slamet, warga lainnya, mengaku telah menyuarakan kekecewaannya melalui grup Facebook "Mbay Online" karena belum ada bantuan pemerintah yang menjangkau lokasi pengungsian. Menurutnya, kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi meliputi makanan, air bersih, obat-obatan, tenda, penerangan, bahan bakar genset, serta dukungan evakuasi dan pemulihan komunikasi.

Kerusakan Meluas di 7 Kabupaten

Laporan warga yang dihimpun Floresa menunjukkan kerusakan rumah, sekolah, tempat ibadah, jalan, jembatan, dan fasilitas umum terjadi di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Nagekeo, Ngada, Sikka, hingga Ende. Hingga hari keempat, listrik masih padam dan sejumlah lokasi kesulitan mengakses layanan telekomunikasi.

Bantuan dari berbagai kalangan memang sudah mengalir, tetapi distribusinya belum merata akibat keterbatasan akses menuju wilayah terdampak. Kondisi infrastruktur yang rusak menjadi kendala utama penyaluran logistik ke daerah-daerah terpencil.

Korban Jiwa Capai 70 Orang

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban jiwa per 18 Agustus sebanyak 70 orang meninggal dunia dan 655 lainnya mengalami luka-luka. Korban tersebar di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Manggarai Barat, Nagekeo, dan Ende.

Di tengah kondisi darurat ini, warga di sejumlah titik pengungsian masih mengandalkan solidaritas antarwarga dan bantuan darurat dari aparat keamanan setempat. Belum ada kepastian kapan bantuan logistik skala besar akan menjangkau wilayah-wilayah yang masih terisolasi.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: floresa.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top