BRI Salurkan KUR Rp 103,81 Triliun ke 2 Juta Debitur, 487 Ribu UMKM Berhasil Naik Kelas

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:16:01 WIB
BRI menyalurkan KUR senilai Rp103,81 triliun kepada 2 juta debitur hingga Juni 2026.

NUSA TENGGARA TIMUR — Penyaluran KUR ini didominasi oleh sektor-sektor produktif yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Sektor pertanian menjadi penyerap terbesar dengan porsi 42,68 persen dari total penyaluran, disusul sektor perdagangan sebesar 32,34 persen. Sisanya tersebar di sektor jasa, industri pengolahan, hingga perikanan.

Agustian Siburian, Pimpinan Cabang BRI Pagaralam, menilai tingginya serapan pembiayaan ini tidak hanya menjaga keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetapi juga menjadi faktor kunci yang mengantarkan pelaku usaha menjadi entitas bisnis yang lebih sehat secara finansial dan memiliki kapasitas produksi lebih besar.

487 Ribu Debitur Naik Kelas ke Pembiayaan Komersial

Graduasi menjadi indikator utama keberhasilan program KUR BRI. Istilah ini merujuk pada kondisi ketika pelaku usaha yang sebelumnya memanfaatkan KUR bersubsidi telah berkembang dan mampu mengakses pembiayaan komersial perbankan.

Hingga Juni 2026, sebanyak 487 ribu debitur telah mencapai tahap graduasi. Angka ini setara dengan 50,71 persen dari target graduasi BRI sepanjang tahun 2026 yang dipatok sebanyak 962 ribu debitur.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan, arah penyaluran pembiayaan ini sengaja difokuskan untuk menciptakan nilai tambah bagi perekonomian. Sektor pertanian yang menjadi prioritas utama diharapkan mampu meningkatkan produktivitas usaha masyarakat sekaligus mendukung agenda ketahanan pangan nasional.

“KUR bukan sekadar instrumen pembiayaan, tetapi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat akar rumput. Penyaluran yang diarahkan ke sektor-sektor produktif, khususnya pertanian, diharapkan mampu meningkatkan produktivitas usaha masyarakat sekaligus memperkuat basis ekonomi daerah dan mendukung agenda ketahanan pangan nasional,” ujar Akhmad dalam keterangan resminya.

Dorong UMKM Naik Kelas di Pagaralam

Di tingkat daerah seperti Pagaralam, Sumatera Selatan, akses pembiayaan menjadi denyut nadi bagi keberlangsungan usaha lokal. Dukungan modal dari BRI diharapkan membantu pelaku usaha mengembangkan kapasitas produksi dan memperluas jangkauan pasar.

Keberhasilan program ini juga tercermin dari realisasi Kredit Program Perumahan (KPP) atau KUR Perumahan yang mencapai Rp 10,7 triliun hingga Juni 2026. Angka tersebut setara 89 persen dari target penyaluran sebesar Rp 12 triliun.

Program pembiayaan hunian ini menyasar dua sisi sekaligus: penyediaan rumah oleh pengembang dan permintaan dari masyarakat. Efek bergandanya diharapkan mampu menyerap tenaga kerja di sektor konstruksi dan menggerakkan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Prinsip Kehati-hatian Tetap Dijaga

Di tengah agresivitas penyaluran, BRI menegaskan komitmennya terhadap prinsip kehati-hatian perbankan. Akhmad menekankan seluruh dana KUR bersumber dari penghimpunan dana masyarakat, sehingga aspek transparansi, akuntabilitas, dan kualitas kredit harus dijaga ketat.

Sebagai bagian dari ekosistem Danantara, BRI terus mengarahkan pembiayaan ke sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja dan memperluas pemerataan ekonomi di berbagai daerah. Keberhasilan program graduasi menjadi bukti nyata bahwa intervensi pembiayaan yang tepat sasaran mampu mengangkat UMKM ke level yang lebih tinggi.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: sumselupdate.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top