NUSA TENGGARA TIMUR — Danantara membidik segmen Gen Z (kelahiran 1997-2012) melalui skema pembiayaan yang dirancang khusus dengan uang muka (DP) ringan dan tenor panjang. Senior Director Sector Specialist Property & Real Estate Danantara Asset Management, Dian Takdir Bardsyah, menyebut tenor kredit maksimal 30 tahun menjadi daya tarik utama bagi pembeli muda.
"Sebenarnya, skema pendanaan yang kita create itu memang ditujukan terutama untuk Gen Z karena tenornya 30 tahun," ujar Dian dalam konferensi pers Danantara Housing Expo 2026 (21/8).
Selain DP ringan, selama pameran berlangsung, biaya provisi, appraisal, dan administrasi digratiskan. Pembiayaan ini didukung penuh oleh Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), dengan target penyaluran KPR sekitar Rp200 miliar per bank pelat merah.
Beberapa proyek TOD yang dipamerkan berada di dekat Stasiun Pondok Cina dan Tanjung Barat (produk PP), Parung Panjang, serta Grand Kamala Lagoon yang dekat dengan KRL Ametis dan Hutama Karya. Ada pula Urbano Bekasi yang hanya berjarak sekitar 250 meter dari stasiun dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki.
Dian menilai hunian vertikal terintegrasi transportasi publik menjadi solusi bagi masyarakat yang kesulitan membeli rumah tapak di pusat kota. Harga tanah di Jakarta yang tinggi membuat rumah tapak semakin mahal, sementara membeli rumah di luar Jakarta justru menambah biaya dan waktu perjalanan harian.
Direktur Consumer Banking BRI, Aris Kartanto, menegaskan bahwa kolaborasi antar bank BUMN ini bertujuan menggerakkan ekosistem properti nasional secara bersamaan. "Yang lebih penting lagi adalah ekosistem perumahan ini bisa bergerak dalam satu event," ujarnya di tempat yang sama.
Program ini merupakan bagian dari dukungan Danantara Indonesia dan ekosistem BUMN terhadap program 3 juta rumah pemerintah. Dengan total 130 ribu unit yang ditawarkan, Danantara Housing Expo 2026 diharapkan menjadi katalis percepatan kepemilikan rumah bagi generasi muda Indonesia.