LABUAN BAJO — Tim JHL Foundation bergerak dari desa ke desa di Kabupaten Manggarai Barat, Flores, NTT, untuk memastikan bantuan bagi korban gempa tidak hanya menumpuk di satu titik. Seharian penuh, relawan menyusuri tiga kecamatan, yakni Boleng, Pacar, dan Macang Pacar, dengan mendatangi Desa Mbuit, Desa Kombo Tengah, Desa Rego, hingga Desa Watu Baru.
Penyaluran ini merupakan bagian dari komitmen yayasan untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan senilai Rp 1,3 miliar secara merata dan tepat sasaran. Bantuan yang dibawa berupa bahan makanan pokok, terpal, pakaian, selimut, dan kebutuhan dasar lainnya.
Pembina Yayasan JHL Merah Putih Kasih, Jerry Hermawan Lo, menegaskan bahwa kehadiran tim di lokasi bukan sekadar menyerahkan logistik. Menurutnya, masyarakat yang masih menghadapi ketidakpastian akibat gempa membutuhkan lebih dari sekadar bantuan fisik.
“Kami tidak ingin hanya mengirim bantuan lalu selesai. Kami ingin datang, melihat sendiri kondisi masyarakat, mendengar apa yang mereka rasakan, dan memastikan bantuan sampai ke tangan yang membutuhkan. Flores sedang berduka, dan kami ingin hadir di tengah mereka. Setidaknya, masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendiri," kata Jerry, Minggu (23/8/2026).
Di tengah aktivitas tanggap darurat, warga masih merasakan gempa susulan. Kondisi ini membuat sebagian masyarakat, termasuk lansia, keluarga, dan anak-anak, diliputi rasa khawatir. Tim JHL Foundation pun berdialog dengan warga, memberikan semangat, dan mencoba menghibur anak-anak yang terdampak bencana.
Kepala Desa Kombo Tengah turut hadir menyambut kedatangan tim JHL Foundation. Ia menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat desanya yang tengah berduka.
“Terima kasih banyak atas nama pribadi dan warga Desa Kombo kepada JHL Foundation yang telah membantu kami yang mengalami bencana. Sebelumnya kami tidak tahu siapa yang akan membantu dan seperti apa bantuannya. Hari ini bantuan itu nyata sampai kepada kami. Terima kasih banyak," ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa Desa Kombo menjadi salah satu titik prioritas karena memiliki posko dengan jumlah warga terdampak yang cukup besar. Meski demikian, ia mengakui masih ada desa dan dusun lain yang mengalami kondisi serupa dan membutuhkan perhatian.
“Bantuan yang masuk di sini cukup banyak karena desa ini menjadi salah satu prioritas dan memiliki posko yang besar. Namun masih ada desa dan dusun lain yang mengalami kondisi sama. Biarkan kami membantu mengatur agar bantuan dapat diteruskan dan menjangkau mereka yang membutuhkan,” ujarnya.
Jerry menuturkan, keputusan untuk turun langsung ke desa-desa merupakan upaya mendengar keluhan warga secara langsung. Ia menyebut banyak petani yang terpaksa meninggalkan ladang dan orang tua yang kehilangan tempat tinggal.
“Ada anak-anak yang masih takut, ada orang tua yang kehilangan rumah, ada petani yang harus meninggalkan sementara tempat mereka mencari nafkah. Dalam situasi seperti ini, bantuan memang penting, tetapi kehadiran manusia untuk manusia juga tidak kalah penting. Kami datang untuk membawa keduanya: bantuan dan semangat," ungkapnya.
JHL Foundation berkomitmen untuk terus bergerak bersama masyarakat memastikan bantuan menjangkau wilayah yang membutuhkan. “Bagi masyarakat yang masih berhadapan dengan ketidakpastian akibat gempa, kehadiran ini menjadi lebih dari sekadar bantuan logistik. Ini menjadi tanda bahwa kalian tidak menghadapi masa sulit ini sendirian," pungkas Jerry.