Sebanyak 777,7 ton bantuan logistik telah dikirim melalui jalur udara untuk warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak 15 hingga 21 Agustus. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprioritaskan pengiriman tenda pengungsi dan kebutuhan hunian sementara ke Labuan Bajo dan Maumere.
JAKARTA — Gelombang bantuan untuk korban gempa di Flores terus mengalir. Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan melaporkan total distribusi via udara mencapai 777.711 kilogram per 21 Agustus. Angka itu setara 777,7 ton, dikirim bertahap menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara dan kargo komersial.
Rincian 777 Ton Bantuan: Pesawat TNI dan Kargo Komersial
Dari total tersebut, 312,7 ton diangkut pesawat TNI AU. Sisanya, 465 ton, berasal dari Dana Siap Pakai (DSP) BNPB yang dikirim lewat pesawat kargo komersial.
Berton menjelaskan dukungan logistik juga menyasar kebutuhan mendesak warga yang kehilangan tempat tinggal. Pada Jumat (21/8), sebanyak 245 unit tenda pengungsi dikirim. Rinciannya, 201 unit menuju Labuan Bajo dan 44 unit ke Maumere.
2.968 Tenda Keluarga Dikirim ke Dua Kota Terdampak
Pengiriman tenda keluarga menjadi prioritas utama. Total 2.968 unit telah didistribusikan ke kedua wilayah tersebut. Labuan Bajo menerima jatah terbanyak, 2.332 unit, sementara Maumere mendapat 636 unit.
Berton menegaskan pengiriman ini bagian dari pemenuhan kebutuhan hunian bagi masyarakat terdampak. Stok di Gudang Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma pun masih tersisa 576.948 kilogram atau sekitar 577 ton, berasal dari kementerian/lembaga, TNI/Polri, pemda, dunia usaha, dan organisasi kemanusiaan.
Empat Pesawat TNI AU Dikerahkan Sabtu Ini, Kapasitas 47 Ton
Distribusi diperkuat pada Sabtu dengan empat sortie penerbangan TNI AU dari Lanud Halim Perdanakusuma. Satu Airbus A-4001 berkapasitas 22 ton terbang menuju Maumere. Tiga Boeing lainnya—A-7305 (10 ton) dan A-7304 (5 ton)—menuju Labuan Bajo, serta A-7306 (10 ton) ke Maumere.
Total kapasitas angkut hari ini mencapai sekitar 47 ton. Langkah ini memastikan pasokan logistik di dua kota yang jadi pusat penanganan bencana tetap aman.