Presiden Prabowo Jelaskan Alasan Baru ke Nagekeo: Beri Ruang Instansi Layani Warga Gempa Flores

Penulis: Fauzan Arifin  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:35:33 WIB
Presiden Prabowo Subianto meninjau lokasi gempa di Nagekeo, Flores, Nusa Tenggara Timur, Rabu (25/8).

KUPANG — Presiden Prabowo Subianto menyatakan dirinya sengaja menunda kunjungan ke lokasi gempa bumi di Mbay, Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Keputusan itu diambil untuk memberi kesempatan bagi seluruh instansi bekerja melayani warga terdampak secara langsung.

"Memang sengaja, diawal-awal gempa saya tidak datang, karena saya mau berikan kesempatan kepada semua instansi untuk melayani rakyat secara langsung," ujarnya dalam rapat koordinasi di Nagekeo, Rabu.

Fokus Penanganan Bisa Terganggu Jika Presiden Datang Lebih Awal

Presiden menilai kedatangannya pada hari-hari pertama pascagempa justru berpotensi mengalihkan fokus penanganan darurat. Banyak pejabat daerah yang harus menyambut pejabat dari pusat, sehingga konsentrasi terhadap korban bisa terpecah.

"Dan ini ada kecenderungan mengalihkan fokus," kata Prabowo.

Meski tidak hadir sejak awal, Presiden menegaskan dirinya terus memantau perkembangan gempa di Flores dari Jakarta. Ia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang bergerak cepat menangani bencana di wilayah tersebut.

Korban Jiwa Capai 103 Orang, Lansia Paling Banyak Terdampak

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Nagekeo pada Sabtu (15/8) pukul 05.58 WITA bertambah menjadi 103 jiwa hingga Selasa (25/8).

Sebaran korban jiwa tercatat di enam kabupaten. Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan korban terbanyak yakni 41 orang, disusul Manggarai Timur 34 orang, Nagekeo 13 orang, Sikka 6 orang, Ngada 5 orang, Ende 3 orang, dan Manggarai Barat 1 orang.

Dari total korban jiwa, 55 persen di antaranya perempuan dan 45 persen laki-laki. Berdasarkan kelompok usia, korban lansia mendominasi dengan 45 persen, diikuti dewasa 37 persen, anak dan remaja 12 persen, serta sisanya balita dan batita.

1.666 Orang Luka-Luka, Manggarai Timur Terparah

BNPB juga mencatat 1.666 orang mengalami luka-luka akibat gempa tersebut. Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban luka terbanyak, yakni 239 orang luka berat dan 404 orang luka ringan.

Pemutakhiran data korban terus dilakukan BNPB seiring dengan adanya laporan tambahan dari wilayah terdampak gempa.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: kupang.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top