Wamenkes Dante: Dokter Ortopedi Dikerahkan ke NTT untuk Operasi Korban Gempa, Kesehatan Mental Anak Jadi Prioritas

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 23:57:31 WIB
Wamenkes Dante Saksono Harbuwono menyatakan dokter spesialis ortopedi dikerahkan untuk menangani operasi korban gempa NTT.

JAKARTA — Cedera patah tulang menjadi keluhan dominan yang diderita korban gempa Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini memaksa Kementerian Kesehatan mengubah strategi penanganan dengan memprioritaskan pengiriman tenaga ahli bedah tulang ke lokasi bencana sejak fase awal tanggap darurat.

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyatakan, dokter spesialis ortopedi langsung melakukan tindakan operasi bagi korban yang membutuhkan penanganan medis segera. Langkah ini diambil setelah tim medis di lapangan mengidentifikasi pola cedera yang khas akibat gempa.

“Kalau bencana-bencana gempa, yang paling utama adalah kelainan patah tulang. Maka dokter yang kita deploy pertama kali adalah dokter-dokter ahli bedah tulang, ortopedi,”

ujar Dante saat ditemui awak media di Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita, Jakarta Barat, Rabu (26/8/2026).

Selain tim ortopedi, Kemenkes juga mengirimkan dokter spesialis penyakit dalam, dokter anak, serta dokter obstetri dan ginekologi. Mereka ditempatkan di lokasi pengungsian untuk memastikan layanan kesehatan dasar tetap berjalan di tengah kondisi darurat.

Kesehatan Mental Anak Jadi Perhatian Serius

Dampak psikologis pascagempa menjadi konsentrasi tersendiri dalam penanganan kali ini. Dante menyebut pendekatan kesehatan mental diberikan secara khusus, terutama bagi anak-anak yang rentan mengalami trauma berkepanjangan.

“Yang paling penting adalah kesehatan mental. Kita juga melakukan pendekatan kesehatan mental untuk mereka yang mendapat gempa,” kata Dante.

Pendekatan ini dinilai krusial karena anak-anak yang selamat dari bencana kerap mengalami gangguan stres pascatrauma yang memengaruhi perkembangan mereka dalam jangka panjang. Tim kesehatan di pengungsian dibekali panduan untuk mengenali gejala awal trauma pada anak.

Pemetaan Kebutuhan Medis Berdasarkan Karakteristik Bencana

Penanganan korban gempa NTT dilakukan secara holistik, tidak hanya berfokus pada satu jenis layanan. Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes telah memetakan kebutuhan medis berdasarkan karakteristik bencana di lapangan, sehingga pengiriman tenaga kesehatan dan logistik dilakukan bertahap.

“Memang ini kita lakukan secara holistik menyeluruh. Pusat krisis kita sudah mengidentifikasi apa yang harus dikirim secara bertahap berdasarkan kondisi dan keadaan bencananya,” jelas Dante.

Strategi ini memastikan setiap gelombang bantuan yang tiba sesuai dengan kebutuhan aktual korban, mulai dari obat-obatan, alat medis, hingga tenaga spesialis. Dengan begitu, penanganan di lapangan tidak tumpang tindih dan sumber daya bisa dimaksimalkan untuk wilayah yang paling membutuhkan.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top