KUPANG — BNPB memastikan tidak ada lagi tambahan korban jiwa dari rangkaian gempa bumi Flores yang terjadi sejak akhir pekan lalu. Total korban meninggal tetap 111 orang, tidak berubah dari laporan sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan proses evakuasi dan penanganan darurat mulai memasuki tahap pemulihan.
BMKG mencatat aktivitas gempa susulan masih berlangsung intensif. Dari total 10.232 kejadian hingga Senin pagi, sebanyak 35 gempa memiliki magnitudo di atas 5 dan 157 kali getaran dirasakan oleh masyarakat. Data ini dihimpun dari seismograf yang tersebar di wilayah terdampak.
"Update gempa bumi susulan gempa Flores M 7,7 hingga tanggal 31 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, total gempa bumi susulan: 10.232," tulis BMKG. "Magnitudo di atas 5: 35. Gempa susulan dirasakan: 157."
Menurut BMKG, grafik peluruhan gempa susulan mulai menunjukkan pola penurunan. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada karena aktivitas seismik diperkirakan masih akan berlangsung sekitar tiga hingga empat minggu ke depan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan pihaknya terus memantau perkembangan di lapangan. Ia menegaskan tidak ada lagi laporan korban meninggal baru dalam beberapa hari terakhir.
"Setelah terjadi gempa, kami juga dapatkan laporan korban jiwa yang meninggal dan yang luka-luka. Per hari ini dan dari beberapa hari yang lalu kami tidak memperoleh lagi laporan adanya korban meninggal baru, sehingga total yang meninggal adalah 111 orang," ujar dia saat konferensi pers di YouTube BNPB, Minggu (30/8).
Fokus penanganan kini bergeser dari pencarian korban ke pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi. BNPB bersama pemerintah daerah dan relawan terus mendistribusikan logistik ke lokasi-lokasi terdampak yang aksesnya sempat terputus akibat gempa.
Masyarakat di pesisir pantai yang mengalami guncangan kuat telah diminta mengungsi sementara, mengingat gempa utama M 7,7 juga memicu potensi tsunami yang sempat mengaktifkan peringatan dini. Meski kondisi kini berangsur membaik, kewaspadaan terhadap gempa susulan tetap menjadi prioritas utama.