SOE — Keputusan itu diambil secara sadar dan mandiri oleh Pemuda Air Tegepe, Pemuda GANZ CREW, dan Pemuda Gastafol Desa Noinbila, Kecamatan Mollo Selatan. Alih-alih merayakan kemerdekaan dengan parade, mereka memilih aksi kemanusiaan menyusul gempa yang mengguncang Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026 lalu.
Anggaran yang biasanya tersedot untuk penyewaan truk transportasi, sound system, pencahayaan, pembuatan kaos, hingga konsumsi operasional itu seluruhnya dialihkan untuk membantu para korban bencana di Flores.
Aksi Nyata di Tengah Kemeriahan HUT RI
Keputusan ini diambil di tengah euforia perayaan kemerdekaan yang biasanya identik dengan kemeriahan. Kapolres TTS, AKBP Kristiyan B. Martino, menyebut langkah komunitas yang beranggotakan sekitar 100 pemuda ini sebagai tindakan yang luar biasa.
"Langkah ini sangat luar biasa dan patut diacungi jempol. Alangkah baiknya dana yang ada disalurkan untuk saudara-saudara kita yang tertimpa bencana di Flores, atau untuk kegiatan positif lainnya seperti renovasi tempat ibadah dan sarana sekolah," ujar Kristiyan B. Martino.
Penghargaan dari Polres TTS untuk Pemuda Noinbila
Sebagai bentuk penghormatan atas kepedulian sosial tersebut, Kapolres TTS langsung memberikan piagam penghargaan kepada perwakilan pemuda Desa Noinbila di Mapolres TTS. Pemberian penghargaan ini menjadi simbol dukungan resmi atas keputusan yang diambil para pemuda.
Menurutnya, esensi dari kemerdekaan dan semangat perjuangan HUT RI tidak selalu harus dirayakan dengan pesta pora. Ia menegaskan bahwa memaknai perjuangan para pahlawan adalah dengan melakukan hal-hal positif yang membangun dan peduli terhadap sesama.
"Semoga kebaikan para pemuda Nonbila ini menjadi pemantik semangat kepedulian di seluruh wilayah TTS," tandas Kristiyan B. Martino.
Contoh bagi Komunitas Pemuda Lainnya
Kapolres Kupang yang sama, AKBP Kristiyan B. Martino, mengimbau agar aksi sosial ini menjadi contoh dan inspirasi bagi komunitas pemuda lainnya di seluruh Kabupaten TTS. Ia berharap keputusan mulia ini dapat direplikasi di daerah lain yang tengah merayakan kemerdekaan.
Dengan membatalkan parade, ketiga komunitas ini membuktikan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan dalam bentuk kepedulian nyata terhadap sesama yang sedang tertimpa musibah. Donasi yang terkumpul diharapkan dapat meringankan beban para korban gempa di Flores yang sedang berjuang memulihkan diri.