Abu Vulkanik Erupsi Gunung Bisa Merusak Mesin dan Rem Mobil, Ini 7 Bagian yang Paling Terdampak

Penulis: Hendra Setiawan  •  Senin, 07 September 2026 | 14:34:01 WIB
Petugas membersihkan abu vulkanik yang menutupi bodi kendaraan di area terdampak erupsi.

NUSA TENGGARA TIMUR — Paparan abu vulkanik dalam jumlah banyak bisa menyebabkan kerusakan permanen pada kendaraan jika dibiarkan begitu saja. Material yang dimuntahkan gunung berapi ini memiliki kadar pasir kuarsa tinggi dengan tingkat ketajaman setara serpihan kaca, sehingga berpotensi menggores permukaan halus dan menyumbat sistem vital mobil.

Melansir keterangan resmi Auto2000 pada Senin (7/9), risiko terbesar bukan hanya pada tampilan eksterior, tetapi juga pada komponen mekanis yang menentukan keselamatan berkendara. Berikut bagian-bagian yang paling rentan dan cara penanganannya.

Bodi dan Kaca Berisiko Mengalami Goresan Permanen

Membersihkan abu vulkanik dari permukaan kaca tidak boleh dilakukan dengan wiper secara langsung. Kandungan silikon yang tinggi membuat partikel abu berperilaku seperti pecahan kaca halus yang dapat menggores permukaan saat digesek.

Langkah paling aman adalah membasahi kaca terlebih dahulu menggunakan air wiper atau menyiramnya dengan air mengalir hingga abu benar-benar luruh. Setelah itu, baru permukaan kaca diusap memakai kain bersih.

Untuk area bodi, sifat asam pada abu gunung berapi menjadi ancaman utama karena bersifat korosif. Titik paling rapuh adalah area yang pernah mengalami kerusakan atau bekas benturan. Pembilasan seluruh bodi dengan air mengalir segera setelah berkendara menjadi langkah pencegahan terbaik sebelum abu sempat mengering dan menempel kuat.

Filter Udara Mesin dan Kabin Bisa Menyumbat Saluran

Filter udara mesin bertugas menyaring partikel asing sebelum udara masuk ke ruang bakar. Ketika elemen penyaring ini sudah melemah atau terlalu kotor, partikel abu vulkanik yang sangat halus bisa menerobos masuk dan memicu gangguan serius pada kinerja mesin.

Auto2000 menyarankan penggantian komponen ini segera dilakukan apabila kondisinya sudah sangat kotor, tanpa perlu menunggu jadwal servis rutin. Langkah serupa juga berlaku untuk filter kabin pada sistem pendingin udara (AC).

Saat melintasi wilayah terdampak abu, hindari membuka jendela. Abu dapat masuk ke saluran sirkulasi AC, menyebabkan penyumbatan, dan merusak komponen di dalamnya. Udara yang terkontaminasi juga berisiko mengganggu kesehatan penumpang jika terhirup dalam waktu lama.

Sistem Pengereman dan Sensor Elektronik Terancam Malfungsi

Partikel abu yang menempel pada piringan rem akan menggores permukaan cakram saat tertekan oleh kampas. Hal serupa terjadi jika abu berhasil masuk ke dalam sistem rem teromol, membuat permukaannya tergores dan menurunkan efisiensi pengereman. Dalam kasus ekstrem, gesekan material asing ini bisa memicu kemacetan fungsi rem yang berisiko menyebabkan kecelakaan.

Sensor-sensor elektronik pun tidak luput dari ancaman. Berbagai sensor sangat sensitif terhadap kotoran, dan paparan abu vulkanik dapat mengganggu sistem kontrol elektronik hingga memicu malfungsi. Contohnya gangguan pada sensor pengereman yang membuat fitur ABS (Anti-lock Braking System) gagal bekerja secara maksimal.

Kontaminasi juga berpotensi menyusup ke dalam tangki cairan pendukung, seperti tabung minyak rem atau penampung air radiator, walau tersimpan dalam wadah tertutup. Hal ini dapat merusak komposisi kimia cairan sehingga fungsinya tidak lagi optimal.

Langkah Terbaik: Istirahatkan Kendaraan di Area Terdampak

Upaya paling efektif untuk melindungi kendaraan adalah menghindari melintas di wilayah yang terdampak erupsi. Bagi pemilik yang bermukim di area tersebut, disarankan mengistirahatkan kendaraan hingga situasi dinyatakan kembali aman.

Jika berkendara tidak dapat dihindari, segera bawa kendaraan ke bengkel resmi terdekat untuk pemeriksaan dan perawatan menyeluruh. Penanganan cepat oleh teknisi berpengalaman akan mencegah kerusakan yang lebih parah pada komponen vital. (hjn/mik)

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top