JAKARTA — Ketua Umum FOKBI Sapta Nirwandar menyebut kegiatan ini bukan sekadar pertunjukan olahraga dan seni budaya. Menurutnya, Gerak Peduli NTT–Ikan Nae di Pante adalah wujud kebersamaan keluarga besar FOKBI untuk warga Nusa Tenggara Timur yang sedang menghadapi situasi sulit.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara hybrid. Sebanyak 250 peserta mengikuti langsung di Jakarta, sementara Dewan Pengurus Daerah dan Cabang FOKBI dari berbagai wilayah berpartisipasi melalui jalur daring.
Nama "Ikan Nae di Pante" dipilih sebagai penanda gerakan yang menyatukan olahraga, seni, dan budaya NTT dalam satu panggung. Kegiatan ini dirangkai dengan peringatan Hari Bhakti Pariwisata 2026 yang jatuh pada September.
Penampilan musik Sasando oleh Berto Pah mengisi rangkaian acara. Alunan alat musik khas NTT itu membawa pesan persaudaraan dari Jakarta ke masyarakat di kampung-kampung NTT yang terdampak musibah.
FOKBI membuka partisipasi bagi masyarakat yang ingin memberikan dukungan. Seluruh hasil donasi dari kegiatan ini akan disalurkan kepada masyarakat terdampak musibah di NTT.
"Gerak Peduli NTT – Ikan Nae di Pante bukan sekedar kegiatan olahraga dan seni budaya. Tetapi merupakan gerakan solidaritas dan kepedulian dari keluarga besar FOKBI untuk saudara-saudara kita di NTT," kata Sapta.
Sapta menegaskan masyarakat NTT tidak sendiri menghadapi situasi sulit tersebut. Ia berharap kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian yang ditunjukkan membuat dukungan yang diberikan bermanfaat bagi warga terdampak.
Ketua Umum FOKBI juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terlaksananya kegiatan tersebut. Menurutnya, dukungan berbagai pihak memperkuat semangat gotong royong bagi masyarakat NTT.
FOKBI mengajak masyarakat luas ikut berpartisipasi memberikan dukungan. Penyaluran donasi menjadi tindak lanjut dari rangkaian kegiatan yang digelar di Jakarta tersebut.