NUSA TENGGARA TIMUR — Startup SQOUTS memperkenalkan platform Voice AI Assessment di ajang Indonesia 4.0 Conference & Expo 2026 di Bidakara Hotel Jakarta, 13-14 Oktober 2026. Teknologi ini dirancang memangkas durasi seleksi karyawan sekaligus meningkatkan objektivitas penilaian kerja di divisi HR korporasi.
Perusahaan rintisan binaan Kementerian Ekonomi Kreatif itu menempati stan di area "Industry Solution" selama dua hari pameran. SQOUTS berdiri sejak 2024 dan beroperasi dari kantor pusatnya di Gedung SMESCO, Jakarta Selatan.
Platform ini menyasar persoalan klasik departemen HR: proses rekrutmen tenaga penjualan yang memakan waktu dan rawan penilaian subjektif. Sistem Voice AI Assessment menjalankan wawancara serta simulasi percakapan secara otomatis, tanpa perlu kehadiran pewawancara di setiap sesi.
SQOUTS membagi layanannya ke dalam empat fungsi yang bisa dipakai korporasi secara terpisah maupun bersamaan:
Co-founder SQOUTS, Nur Faridah, menjelaskan cara kerja sistem saat sesi wawancara berlangsung. "AI-nya akan mencari kandidat melalui interview dan roleplay," ujar Nur Faridah.
Menurutnya, pendekatan roleplay membuat calon karyawan atau staf yang sedang dilatih bisa berlatih menghadapi skenario yang menyerupai kondisi kerja sebenarnya. Pelatihan tenaga penjualan jadi lebih terukur karena setiap sesi terekam dan dinilai otomatis.
Salah satu nilai jual yang ditonjolkan SQOUTS adalah fleksibilitas perangkat. Pelamar maupun karyawan tidak perlu datang ke kantor atau menggunakan perangkat khusus untuk mengikuti asesmen.
"Kalau ini berarti bisa dari mobile atau laptop ya," tambah Nur Faridah saat menerangkan kepraktisan produknya.
Kemudahan akses itu membuka peluang asesmen berjalan kapan saja, termasuk untuk kandidat yang berada di luar kota. Bagi perusahaan dengan volume rekrutmen tinggi, model ini berpotensi memangkas biaya perjalanan dan waktu tunggu jadwal wawancara tatap muka.
SQOUTS memperluas jangkauan ke pasar Indonesia melalui pembinaan langsung Kementerian Ekonomi Kreatif. Dukungan tersebut mendorong percepatan transformasi digital bagi sektor korporasi dan industri kreatif nasional.
Pasar yang dibidik bukan hanya perusahaan besar. Startup dan usaha menengah yang belum punya tim HR lengkap juga bisa memakai platform ini untuk menyaring kandidat tanpa harus membangun proses rekrutmen dari nol.
Kehadiran Voice AI Assessment menandai pergeseran cara perusahaan mengelola sumber daya manusia. Seleksi pegawai yang biasanya butuh berhari-hari bisa dipersingkat, sementara penilaian kerja menjadi lebih konsisten karena standar yang dipakai seragam untuk setiap kandidat.
Langkah SQOUTS menunjukkan kolaborasi teknologi dan pembinaan pemerintah bisa menghasilkan efisiensi nyata bagi dunia industri. Bagi pelaku bisnis yang tengah menekan biaya operasional, platform semacam ini layak masuk daftar pertimbangan.