NUSA TENGGARA TIMUR — Christy Carlson Romano mengungkap bahwa bayarannya di serial Even Stevens hanya separuh dari yang diterima Shia LaBeouf, meski keduanya disebut sebagai pemeran utama. Ia membuka soal ketimpangan gaji itu dalam memoar terbarunya, Once Upon a Trainwreck: The Fall and Rise of a Child Star. Romano juga memperlihatkan surat tulisan tangan ibunya dari tahun 2000 yang menuntut upah setara untuknya.
Disney Channel menayangkan Even Stevens dari 2000 hingga 2003, dengan Romano sebagai Ren Stevens dan LaBeouf sebagai Louis Stevens. Keduanya tampil dalam durasi layar yang sama sepanjang tiga musim. Romano menyebut dirinya saat itu masih anak-anak yang menjabat sebagai pemeran utama perempuan.
Pengakuan itu ia sampaikan lewat unggahan Instagram tentang peluncuran bukunya. Memoar tersebut sudah beredar di pasaran. Dalam unggahan itu, Romano menulis bahwa dirinya baru menyadari besarnya kesenjangan setelah membaca arsip keluarganya.
Saat menulis memoar, Romano menemukan surat tulisan tangan ibunya yang dikirim ke agennya pada 2000. Surat itu meminta bayaran setara untuk putrinya dan mengakui keluarga mereka sedang terjerat utang. Foto surat tersebut ikut disertakan dalam unggahan Instagram-nya.
Surat itu mencatat nominal yang diterima kedua aktor cilik tersebut.
"Shia receives $12,000 per episode and Christy $6,000. With 30% going into trust, we can't make it here financially. This show also holds her up from other work that pays more. Christy wants what Shia is getting," bunyi isi surat tersebut.
Romano mengaku penghasilannya kala itu menjadi penopang ekonomi keluarga. Ibunya berjuang untuknya sekaligus untuk rumah tangga yang bergantung pada remaja perempuan. Butuh bertahun-tahun baginya untuk memahami bahwa ia bisa mencintai ibunya karena memperjuangkannya, tanpa mengabaikan keinginan untuk sekadar jadi anak-anak.
Romano menegaskan bahwa tulisannya bukan tentang LaBeouf atau nama besar lain yang mungkin dikenali pembaca. Menurutnya, LaBeouf berhak atas setiap dolar yang ia terima. Fokus bukunya adalah seorang gadis yang tumbuh terlalu cepat, dan industri yang memutuskan bahwa nilainya hanya separuh.
Perwakilan Disney dan LaBeouf belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari Variety. Romano sebelumnya pernah berbicara soal hubungannya dengan LaBeouf selama syuting. Dalam podcast Not Skinny but Not Fat bulan lalu, ia menyebut keduanya seperti minyak dan air.
Romano dibesarkan dengan disiplin ketat khas anak New York. Ia berlatih untuk masuk pre-college Juilliard, dan ibunya menyebut semua latihan itu sebagai cross-training yang menelan biaya besar. Sementara LaBeouf, menurut Romano, tumbuh sebagai anak jalanan Venice Beach dengan kehidupan yang penuh kekacauan dan rasa takut.
Even Stevens menjadi titik awal bagi dua karier yang kemudian menempuh jalur berbeda. Romano sempat menekuni teater musikal dan mengisi suara di beberapa proyek animasi. LaBeouf beranjak ke layar lebar lewat Transformers dan Honey Boy, film 2019 yang terinspirasi dari masa kecilnya bersama sang ayah.
Memoar Romano menambah daftar panjang kesaksian soal ketimpangan bayaran antar gender di industri hiburan Amerika. Persoalan serupa pernah mencuat di sejumlah produksi televisi dan film dalam beberapa tahun terakhir. Serikat aktor SAG-AFTRA bahkan sempat menjadikan transparansi gaji sebagai salah satu isu dalam negosiasi kontrak mereka.