NUSA TENGGARA TIMUR — Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, menegaskan bahwa transformasi di lingkungan grup tidak hanya mengejar perbaikan kinerja jangka pendek. Menurutnya, setiap entitas usaha harus memiliki fondasi bisnis yang kokoh dan adaptif terhadap dinamika industri.
"Bio Farma terus mendorong transformasi dan perbaikan berkelanjutan di seluruh anak perusahaan dan afiliasi untuk memperkuat tata kelola, operasional, dan daya saing bisnis," ujar Shadiq dalam pernyataan resmi di Jakarta, pekan ini.
Indofarma Mulai Terlihat Perbaikannya
Salah satu entitas yang mulai menunjukkan perkembangan adalah PT Indofarma Tbk. Perusahaan farmasi pelat merah itu menjalankan sejumlah langkah perbaikan fundamental secara disiplin dan terukur.
Langkah-langkah tersebut meliputi efisiensi di berbagai lini, pengendalian biaya operasional, penguatan tata kelola perusahaan, serta optimalisasi proses bisnis. Shadiq menyebut komitmen ini bagian dari upaya Bio Farma Group mendukung penguatan ketahanan kesehatan nasional.
Dampak bagi Industri Farmasi Nasional
Transformasi di Bio Farma Group diharapkan mampu menciptakan nilai tambah bagi negara dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan fondasi bisnis yang lebih kuat, grup ini diyakini bisa lebih adaptif terhadap persaingan industri kesehatan global.
Shadiq menambahkan, perbaikan yang dilakukan secara berkelanjutan juga akan berkontribusi pada daya saing industri farmasi Indonesia di tingkat internasional. "Komitmen ini menjadi bagian dari upaya Bio Farma Group mendukung penguatan ketahanan kesehatan nasional serta kontribusi industri kesehatan Indonesia di tingkat global," kata dia.
Ke depan, Bio Farma akan terus mengawal proses transformasi di seluruh lini, termasuk optimalisasi aset dan kapasitas usaha yang dimiliki anak perusahaan dan afiliasi. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga keberlanjutan bisnis di tengah perubahan regulasi dan kebutuhan pasar yang semakin cepat.