FLORES TIMUR — Dua gunung berapi aktif di NTT mengeluarkan abu vulkanik hampir bersamaan pada Sabtu pagi, mengganggu aktivitas warga di dua kabupaten berbeda. Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata menjadi yang pertama erupsi pada pukul 06.06 Wita, disusul Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur sekitar pukul 07.14 Wita.
Kolom Abu 200 Meter dari Puncak Ile Lewotolok
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok, Syawaludin, melaporkan kolom abu teramati setinggi sekitar 200 meter di atas puncak atau mencapai 1.623 meter di atas permukaan laut (mdpl). Abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang dan bergerak ke arah barat.
"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 21.3 mm dan durasi ± 46 detik," ujar Syawaludin dalam laporannya.
Warga dan wisatawan dilarang memasuki wilayah dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif. Syawaludin juga meminta warga mewaspadai potensi ancaman guguran lava dan awan panas di sektor selatan, tenggara, barat, serta timur laut gunung.
Lewotobi Laki-laki: Status Siaga, Radius Bahaya 5 Kilometer
Sementara itu, Gunung Lewotobi Laki-laki yang berstatus Level III (Siaga) memuntahkan kolom abu setinggi 600 meter di atas puncak atau 2.184 mdpl. Abu vulkanik berwarna kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat hingga barat laut.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki, M. Nurjansyah Dwi Laksono, mengatakan erupsi terekam dengan amplitudo maksimum 28,6 mm dan durasi sekitar 1 menit 20 detik. Ia mengimbau masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.
Ancaman Banjir Lahar Hujan dan Gangguan Kesehatan
Selain ancaman langsung dari erupsi, warga di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan jika terjadi hujan berintensitas tinggi. Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Syawaludin mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Ile Lewotolok untuk menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain guna melindungi mata dan kulit. "Menutup tempat penampungan air bersih agar terhindar dari paparan abu vulkanik," imbuhnya, mengingatkan potensi gangguan pernapasan atau ISPA.