KUPANG — Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia yang dilakukan terhadap 100 responden di Kota Kupang pada Juni 2026 menunjukkan keyakinan warga NTT terhadap kondisi ekonomi masih terjaga. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, dalam siaran persnya, Jumat (10/7/2026), menyebutkan bahwa seluruh indeks pembentuk IKK masih berada di zona optimis, meski mengalami moderasi.
Komponen Indeks yang Melambat: Penghasilan dan Lapangan Kerja
Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) tercatat sebesar 117,33 pada Juni 2026, turun dari 122,00 di bulan sebelumnya. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh persepsi responden terhadap penghasilan saat ini dan ketersediaan lapangan pekerjaan yang dinilai belum membaik. Namun, ada satu komponen yang justru meningkat, yaitu konsumsi barang tahan lama (durable goods).
Sementara itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) untuk enam bulan ke depan tercatat 131,33. Angka ini lebih rendah dari posisi Mei 2026 yang sebesar 141,33. Optimisme konsumen terhadap prospek ke depan tertahan di seluruh komponen, termasuk perkiraan kegiatan usaha, penghasilan, dan ketersediaan lapangan kerja.
Mayoritas Penghasilan Warga Habis untuk Konsumsi
Survei BI juga mengungkap pola alokasi penghasilan rumah tangga di NTT. Sebesar 58,26 persen dari total penghasilan responden digunakan untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari. Sisanya, 22,24 persen dialokasikan untuk tabungan, dan 19,5 persen digunakan untuk membayar cicilan atau pinjaman.
Pola ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat masih bertumpu pada konsumsi rutin, dengan proporsi tabungan yang relatif kecil. Meski demikian, angka IKK yang masih di atas 100 mengindikasikan bahwa secara umum konsumen di NTT belum pesimistis terhadap prospek perekonomian ke depan, setidaknya dalam jangka pendek.