KUPANG — Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, melepas langsung para peserta di garis start yang berada di Jalan Frans Seda. Ia didampingi Ketua DPRD Kota Kupang Richard Odja dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang Alan Yoga Girsang.
Rute lari sepanjang malam itu membawa peserta dari Jalan Frans Seda menuju Bundaran Tirosa, ikon kota, lalu berputar kembali ke titik finis. Warga setempat berdiri di pinggir jalan, meneriakkan yel-yel penyemangat bagi pelari.
Lonjakan Peserta Hampir Tiga Kali Lipat
Kepala Dispora Kota Kupang, Alan Yoga Girsang, menyebut peningkatan jumlah peserta jadi indikator utama keberhasilan acara. "Pada Season I jumlah peserta sekitar 200 orang, sedangkan pada Season II ini meningkat menjadi 535 peserta. Ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap olahraga semakin tinggi," ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan seperti ini mampu menjadi ruang positif bagi warga untuk berpartisipasi dalam event olahraga. Tren lari malam mulai mendapat tempat di hati masyarakat Kota Kasih, julukan Kota Kupang.
Atmosfer Lintasan: Warga Jadi Pendorong Semangat
Sepanjang rute, warga lokal tak sekadar menonton. Mereka berdiri di tepi jalan, berteriak memberi dukungan moril. Suasana ini membuat para pelari, baik atlet maupun peserta rekreasi, merasa termotivasi menyelesaikan lintasan.
Independence Night Run Season II menjadi ajang olahraga sekaligus hiburan malam yang menyedot perhatian publik. Dengan jumlah peserta yang membengkak, Pemkot Kupang dinilai berhasil mengelola event tahunan ini.