Pencarian

Cuaca NTT Hari Ini 29 Juli 2026: 0 Wilayah Hujan, Waspada Udara Kabur di Ende dan Sikka

Rabu, 29 Juli 2026 • 09:07:21 WIB
Cuaca NTT Hari Ini 29 Juli 2026: 0 Wilayah Hujan, Waspada Udara Kabur di Ende dan Sikka
Cuaca cerah mendominasi NTT pada 29 Juli 2026, dengan udara kabur diperkirakan melanda Ende dan Sikka pada siang hari.

Cerah Mendominasi, Tapi Dua Wilayah Alami Udara Kabur Siang Ini

Hari ini NTT diselimuti cuaca cerah hingga cerah berawan sejak pagi. Kota Kupang, Sabu Raijua, dan Ende menjadi wilayah dengan kondisi paling cerah sejak pagi hingga malam. Sementara itu, Malaka dan Manggarai mengalami cerah berawan pada pagi hari, namun berubah menjadi cerah di siang hari.

Fenomena yang perlu diwaspadai adalah udara kabur yang diprakirakan melanda Ende dan Sikka pada siang hari. Udara kabur ini disebabkan oleh partikel debu atau asap yang terperangkap di lapisan udara dekat permukaan akibat minimnya pergerakan angin dan tidak adanya hujan. Kondisi ini dapat menurunkan jarak pandang horizontal, terutama bagi pengendara yang melintasi jalan raya di kedua wilayah tersebut.

Tiga Wilayah dengan Suhu Paling Dingin dan Paling Panas

Berdasarkan data BMKG, suhu di NTT hari ini berkisar antara 18°C hingga 32°C. Berikut rincian suhu ekstrem yang perlu diketahui:

  • Paling panas (32°C): Kota Kupang pada siang hari. Warga diimbau menghindari aktivitas berat di luar ruangan antara pukul 12.00–15.00 WITA.
  • Paling dingin (18°C): Manggarai pada pagi hari. Suhu dingin ini cocok untuk tanaman hortikultura, namun warga lanjut usia dan balita disarankan menggunakan jaket saat beraktivitas pagi.
  • Suhu sejuk stabil (20–22°C): Sikka dengan suhu rendah sepanjang hari, nyaman untuk aktivitas di luar ruangan tanpa risiko kepanasan.

Yang Perlu Disiapkan Pengguna Jalan dan Petani Hari Ini

Bagi pengguna jalan di Ende dan Sikka: Siang hari adalah waktu paling kritis karena udara kabur. Nyalakan lampu kendaraan meski siang hari, jaga jarak aman, dan kurangi kecepatan saat melewati area terbuka atau dekat lahan kering yang berpotensi berdebu.

Bagi petani di Manggarai dan Malaka: Pagi hari dengan suhu 18–21°C adalah waktu ideal untuk penyemaian dan pemupukan. Hindari penyiraman berlebihan karena cuaca cerah sepanjang hari akan membuat tanah cepat kering. Untuk petani di Kota Kupang, suhu panas 32°C pada siang hari berisiko menyebabkan tanaman layu — gunakan mulsa atau naungan sementara.

Bagi nelayan tradisional di Sabu Raijua dan pesisir Kupang: Cuaca cerah dan angin tenang pada pagi hingga malam memberi peluang melaut yang aman. Namun, waspadai peningkatan suhu permukaan laut yang bisa memicu penguapan cepat — pastikan persediaan air tawar di kapal mencukupi.

Pertanyaan yang Sering Dicari Warga NTT Soal Cuaca Hari Ini

1. Kapan hujan akan turun di NTT?
Berdasarkan data hari ini, tidak ada satu pun wilayah di NTT yang berpotensi hujan. Cuaca cerah diprakirakan bertahan hingga malam hari. Warga yang menunggu hujan untuk keperluan pertanian atau pengisian embung perlu bersabar — pantau pembaruan BMKG dalam 2–3 hari ke depan.

2. Wilayah mana yang paling panas hari ini?
Kota Kupang menjadi wilayah terpanas dengan suhu maksimum 32°C pada siang hari. Disusul Sabu Raijua dengan suhu 26°C, dan Ende dengan suhu 24°C.

3. Apakah udara kabur di Ende dan Sikka berbahaya?
Udara kabur pada siang hari umumnya tidak berbahaya bagi kesehatan pernapasan jika tidak disertai polutan berat. Namun, bagi penderita asma atau alergi debu, disarankan menggunakan masker saat berada di luar ruangan. Yang paling perlu diwaspadai adalah penurunan jarak pandang bagi pengendara.

Tabel Prakiraan Cuaca per Wilayah

Kota/Kabupaten Pagi Siang Malam Suhu Potensi Hujan
EndeCerahUdara KaburCerah22–24°CTidak
Kota KupangCerahCerahCerah24–32°CTidak
MalakaCerah BerawanCerah BerawanCerah21–24°CTidak
ManggaraiCerah BerawanCerahCerah18–24°CTidak
Sabu RaijuaCerahCerahCerah24–26°CTidak
SikkaBerawanUdara KaburCerah Berawan20–22°CTidak

Sumber: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) — bmkg.go.id

Follow kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks