LABUAN BAJO — PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) kembali mengoperasikan dua kapal penumpang untuk melayani rute dari Bima menuju Labuan Bajo pada Agustus 2026. KM Binaiya dan KM Tilongkabila dijadwalkan singgah di Pelabuhan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, dalam beberapa hari yang berbeda selama bulan tersebut.
Jadwal ini menjadi informasi penting bagi masyarakat yang hendak bepergian antarpulau, khususnya dari Nusa Tenggara Barat menuju kawasan wisata super prioritas Labuan Bajo. Kedua kapal melayani rute reguler yang menghubungkan Bima dengan sejumlah pelabuhan di NTT.
KM Binaiya Berlayar dari Bima pada 4 dan 18 Agustus 2026
KM Binaiya dijadwalkan berangkat dari Pelabuhan Bima pada 4 Agustus 2026 pukul 21.00 WITA. Kapal ini akan tiba di Labuan Bajo pada 5 Agustus 2026 pukul 06.00 WITA. Rute yang sama kembali dilayani pada 18 Agustus 2026 dengan jadwal keberangkatan dan kedatangan yang identik.
Setelah singgah di Labuan Bajo, KM Binaiya melanjutkan perjalanan menuju Kupang dan sejumlah pelabuhan lainnya di NTT. Masyarakat yang hendak memanfaatkan jadwal ini disarankan untuk melakukan pemesanan tiket lebih awal melalui aplikasi Pelni atau loket resmi.
KM Tilongkabila: Jadwal Keberangkatan 11 dan 25 Agustus 2026
Sementara itu, KM Tilongkabila dijadwalkan berangkat dari Bima pada 11 Agustus 2026 pukul 07.00 WITA dan tiba di Labuan Bajo pada pukul 18.00 WITA di hari yang sama. Jadwal berikutnya jatuh pada 25 Agustus 2026 dengan waktu tempuh yang sama, yakni sekitar 11 jam perjalanan laut.
KM Tilongkabila merupakan kapal penumpang kelas ekonomi yang melayani rute antarprovinsi. Kapal ini juga melanjutkan perjalanan ke arah timur setelah singgah di Labuan Bajo, mencakup Waingapu dan Kupang.
Tips Tiket dan Persiapan Perjalanan ke Labuan Bajo
Calon penumpang diimbau untuk memantau jadwal secara berkala karena dapat berubah tanpa pemberitahuan. Tiket kapal Pelni sudah bisa dibeli hingga 60 hari sebelum keberangkatan. Untuk rute Bima–Labuan Bajo, tarif kelas ekonomi berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu tergantung ketersediaan dan kelas layanan.
Labuan Bajo sebagai gerbang Taman Nasional Komodo terus mengalami peningkatan kunjungan wisatawan. Ketersediaan moda transportasi laut seperti kapal Pelni menjadi salah satu penopang mobilitas masyarakat lokal maupun wisatawan domestik.