NUSA TENGGARA TIMUR — New York menjadi negara bagian terbaru yang mengambil langkah hukum terhadap Kalshi, platform prediksi pasar berbasis daring yang berkantor pusat di kota tersebut. Dalam gugatan yang diajukan, Kejaksaan Agung New York menegaskan bahwa aktivitas Kalshi memenuhi definisi hukum perjudian karena memungkinkan pengguna memasang taruhan pada peristiwa yang hasilnya tidak pasti dan berada di luar kendali mereka.
Dasar Gugatan dan Pelanggaran yang Disangkakan
Otoritas New York menemukan sejumlah pelanggaran dalam operasional Kalshi. Platform ini disebut tidak memiliki lisensi dari Komisi Permainan Negara Bagian New York, tidak membayar pajak layaknya kasino atau aplikasi taruhan konvensional, dan bahkan melayani pengguna di bawah usia 21 tahun.
"Hukum perjudian New York melindungi anak-anak dari taruhan di bawah umur dan membantu memerangi kecanduan judi," ujar Letitia James dalam pernyataan resminya. "Apa pun nama yang mereka gunakan, platform prediksi seperti Kalshi adalah platform perjudian, sederhana dan jelas."
James menambahkan bahwa dengan mengabaikan hukum yang berlaku, Kalshi telah merugikan warga New York dan negara bagian akan membawa kasus ini ke pengadilan untuk menegakkan aturan yang ada.
Tuntutan dan Upaya Hukum Sebelumnya
Negara bagian meminta pengadilan memerintahkan Kalshi untuk menyerahkan seluruh keuntungan ilegal yang diperoleh, memberikan kompensasi kepada konsumen yang dirugikan, serta membayar denda sebesar tiga kali lipat dari pendapatan yang dihasilkan melalui tindakan melanggar hukum tersebut.
Gugatan dari New York ini menyusul langkah serupa yang telah lebih dulu dilakukan oleh Nevada dan Arizona. Namun, preseden hukum tidak sepenuhnya berpihak pada regulator negara bagian. Upaya New Jersey untuk melarang Kalshi sebelumnya sempat dibatalkan oleh hakim Pengadilan Banding Sirkuit AS pada April 2026.
Respons Regulator Federal dan Koneksi Politik
Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC), regulator federal yang mengawasi pasar prediksi, justru menentang langkah New York. Ketua CFTC Mike Selig secara terbuka menyatakan penolakannya terhadap gugatan tersebut melalui unggahan di platform X.
"Alih-alih mencari jawaban yang masuk akal dari pengadilan, Letitia James dan New York berusaha memaksakan penghentian mendadak pasar prediksi di seluruh negeri," kata Selig. "CFTC telah mengajukan gugatan untuk menghentikan ini dan akan terus membela yurisdiksi kami."
Kasus ini juga memiliki koneksi langsung dengan pemerintahan Trump. Donald Trump Jr. diketahui memiliki investasi di Polymarket, pesaing Kalshi, dan tercatat sebagai penasihat untuk Kalshi itu sendiri. Engadget telah menghubungi Kalshi untuk meminta tanggapan terkait gugatan ini, namun belum ada respons hingga berita ini ditulis.