Pencarian

Pemprov NTT Lanjutkan Praktik Baik Program Land4Lives Usai Berakhir di 2026, Fokus Ketahanan Iklim TTS

Jumat, 18 September 2026 • 11:16:01 WIB
Pemprov NTT Lanjutkan Praktik Baik Program Land4Lives Usai Berakhir di 2026, Fokus Ketahanan Iklim TTS

KUPANG — Sekretaris Daerah Provinsi NTT Fransiskus Sales Sodo menegaskan keberlanjutan program Land4Lives tidak boleh berhenti begitu kerja sama dengan ICRAF Indonesia rampung. Menurutnya, program yang berjalan sejak 2021 hingga 2026 telah membantu membangun ketahanan iklim dan pertanian berkelanjutan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

"Kita berharap program ini tidak berakhir ketika sudah close, tetapi secara berkelanjutan pemerintah desa, pemkab maupun pemprov berkomitmen untuk tetap terus melanjutkan praktik baik yang sudah dirasakan oleh masyarakat," kata Fransiskus di Kupang pada Kamis, 17 September 2026.

Integrasi ke Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah

Fransiskus menilai program ini berkontribusi bagi pemerintah daerah, bukan hanya lewat pendampingan masyarakat. Praktik baik dari program turut diintegrasikan ke dalam sistem perencanaan pembangunan.

Salah satu hasil yang dinilai penting adalah penyusunan master plan ekonomi hijau bagi Provinsi NTT. Di Kabupaten TTS, berbagai kegiatan program telah masuk ke dalam perencanaan pembangunan daerah, termasuk RPJMD.

"Sementara di Kabupaten TTS, berbagai kegiatan program telah diintegrasikan ke dalam perencanaan pembangunan daerah, termasuk RPJMD," ujarnya.

Sekolah Lapang hingga Penguatan Komunitas Desa

Di tingkat masyarakat, program mendorong penguatan komunitas desa dalam memahami perubahan iklim. Warga didampingi membangun ketahanan iklim dan menerapkan praktik pertanian berkelanjutan yang tetap memberi manfaat ekonomi.

Program juga mengembangkan sekolah lapang bagi perempuan dan sejumlah kegiatan edukasi masyarakat. Tujuannya meningkatkan kapasitas serta pendapatan secara berkelanjutan dengan tetap menjaga kondisi lanskap dan lingkungan.

ICRAF: Hasil di TTS Bisa Direplikasi ke Kabupaten Lain

Direktur ICRAF Indonesia Andree Ikadinata menyebut kerja sama dengan Pemprov NTT selama lima tahun diarahkan membangun masyarakat yang tangguh menghadapi perubahan iklim. Warga juga didorong mampu mengembangkan sumber penghidupannya sendiri.

"Kami berharap apa yang sudah kita lakukan bersama dalam lima tahun terakhir, terutama di Kabupaten Timor Tengah Selatan, bisa menjadi contoh dan masukan untuk direplikasi di kabupaten-kabupaten lain," ujar Andree.

ICRAF melibatkan mitra lokal, perguruan tinggi, dan sektor pendidikan dalam program tersebut. Pengembangan kurikulum pendidikan tentang pangan lokal menjadi salah satu hasil yang diharapkan diteruskan ke generasi berikutnya.

Menurut Andree, model kurikulum itu dikembangkan di NTT dan selanjutnya mendapat dukungan untuk direplikasi di daerah lain.

Dukungan Kanada dan Prioritas Kesetaraan Gender

Perwakilan Global Affairs Canada, Alice Birnbaum, mengatakan Pemerintah Kanada bangga mendukung program Land4Lives. Program ini dinilai mempertemukan sejumlah prioritas, antara lain ketahanan iklim, kesetaraan gender, dan pemberdayaan perempuan.

Ia menyebut pelaksanaan program menunjukkan peningkatan kapasitas petani serta keterlibatan perempuan dalam isu iklim dan lingkungan di masyarakat.

"Meski dukungan proyek memasuki tahap akhir, para pihak menekankan pentingnya keberlanjutan praktik yang telah dibangun selama program berlangsung," ujar Alice.

Keberlanjutan program menjadi bagian dari upaya mempertahankan hasil pendampingan masyarakat. Sekaligus memastikan praktik pertanian berkelanjutan, ketahanan iklim, dan pangan lokal tetap masuk dalam agenda pembangunan NTT.

Follow kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekorantt.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks