KUPANG — Ditbinmas Polda NTT terjun langsung dalam FGD Supervisi Penanggulangan Karhutla Provinsi NTT yang digelar di Kupang, Kamis (10/9/2026). Kegiatan berlangsung pukul 09.00 hingga 12.30 WITA dan dihadiri AKP Sriyono, Kasi Subdit Polmas Ditbinmas Polda NTT, mewakili Direktur Binmas.
Forum itu mempertemukan jajaran Kementerian Kehutanan, Balai KSDA, TNI-Polri, Basarnas, Damkar, Polhut, dan BNPB. Sejumlah narasumber memaparkan materi, termasuk Kadis Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTT Sulastri H.I. Rasyid, Kapus Perencanaan Pengembangan SDM Kemenhut Dr. Mamad Rahmad, Direktur Pengawasan dan Sanksi Kehutanan Ardy Rusman, Kepala BPPSDM Dr. Muhamad Arif Muhamadiyah, serta Kepala BKSDA NTT Adhy Nurul Jadi.
Pulau Sumba Masuk Zona Kerentanan Tinggi
Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra menyebut Pulau Sumba sebagai wilayah yang kerap mengalami Karhutla secara intensif. Pemetaan faktor alam, aktivitas manusia, dan peningkatan kapasitas personel disebutnya sebagai kunci penanganan.
"Polda NTT bersama Kepolisian Kehutanan (Polhut) dan Manggala Agni terus berkoordinasi erat, baik dalam aspek tindakan preventif maupun penegakan hukum tegas terhadap pelaku pembakaran hutan," ujar Henry.
Koordinasi itu mencakup pengembangan posko terpadu yang lebih luas. Polda NTT juga memanfaatkan sistem pemantauan SiPongi dan Perhutanan Sosial untuk mempercepat respon di lapangan.
Prinsip KISS Jadi Dasar Sinergi Antarinstansi
Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko menekankan pentingnya prinsip KISS—Koordinasi, Integrasi, Sinergi, dan Sinkronisasi—dalam penanganan Karhutla. Pesan itu disampaikan melalui Kabidhumas.
"Bapak Kapolda NTT menekankan pentingnya prinsip KISS—Koordinasi, Integrasi, Sinergi, dan Sinkronisasi—antarinstansi. Masalah Karhutla tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Kita perlu menyamakan persepsi, memperkuat patroli bersama, serta mengedukasi masyarakat agar pencegahan dapat dilakukan dari hulu," ujar Kombes Pol Henry Novika Chandra.
Penegakan Hukum dan Edukasi Warga Jadi Prioritas
Polda NTT menyinergikan seluruh sumber daya Harkamtibmas untuk mendukung penanggulangan Karhutla secara terpadu. Penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan tetap menjadi bagian dari strategi, bersanding dengan patroli bersama dan edukasi masyarakat.
Melalui forum ini, seluruh pemangku kepentingan di Provinsi NTT diharapkan memiliki kesiapan yang solid dan terintegrasi. Tujuannya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melindungi warga dari ancaman asap dan kerusakan ekosistem akibat Karhutla.