Pencarian

Target 6 Persen Paruh Kedua 2026, Menkeu Purbaya Andalkan Belanja Negara dan Sektor Swasta

Rabu, 05 Agustus 2026 • 10:34:31 WIB
Target 6 Persen Paruh Kedua 2026, Menkeu Purbaya Andalkan Belanja Negara dan Sektor Swasta
Menteri Keuangan Purbaya menyampaikan optimisme pertumbuhan ekonomi 6 persen pada paruh kedua 2026 dalam konferensi pers di Nusa Tenggara Timur.

NUSA TENGGARA TIMUR — Purbaya tidak hanya menargetkan pertumbuhan di level 6 persen. Dalam kesempatan tersebut, ia bahkan menyebut angka 6,5 persen "relatif mudah" dicapai jika dua mesin utama ekonomi, yakni sektor pemerintah dan swasta, beroperasi secara optimal. "Pertumbuhan 6 persen tidak terlalu sulit dicapai jika sektor swasta dikombinasikan dengan sektor pemerintah. Angka di atas itu juga tidak terlalu sulit," ujarnya.

Strategi Fiskal Agresif dan Realisasi Kuartal I-II

Untuk mencapai target tersebut, Purbaya mengaku akan memanfaatkan semua instrumen yang tersedia di pasar. Ia menegaskan tidak ada ruang untuk kebijakan fiskal yang setengah-setengah mengingat perekonomian domestik masih memiliki ruang untuk berakselerasi mendekati potensi maksimalnya.

"Saya akan memastikan pada paruh kedua tahun ini ekonomi kita bisa tumbuh sekitar 6 persen. Saya akan mengerahkan semua instrumen yang ada di pasar, seluruh kebijakan yang memungkinkan dari sisi fiskal," kata Purbaya. Keyakinan ini juga ditopang data pertumbuhan ekonomi yang sudah berada di atas 5,4 persen sepanjang dua kuartal pertama tahun ini.

Sinergi KSSK di Tengah Tekanan Geopolitik

Optimisme Menkeu tidak lepas dari hasil asesmen Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang dirilis sehari sebelumnya, Senin (3/8). Dalam konferensi pers di kantor LPS, Purbaya menyebut kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan pada kuartal II 2026 tetap terjaga meskipun tekanan eksternal kembali meningkat.

Eskalasi konflik geopolitik, lonjakan harga energi, dan volatilitas pasar keuangan global menjadi pemicu utama gejolak tersebut. Tekanan ini turut berdampak pada nilai tukar rupiah dan arus modal asing. Meski demikian, KSSK menilai fundamental ekonomi domestik masih solid dan mampu meredam gejolak eksternal tersebut.

Proyeksi Akhir Tahun dan Fokus Investor

Purbaya sebelumnya telah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 akan berada di kisaran 5,6 persen hingga 6 persen secara year on year. Proyeksi ini ditopang oleh sinergi kebijakan yang erat antarotoritas, termasuk koordinasi fiskal dan moneter bersama Bank Indonesia serta lembaga anggota KSSK lainnya.

Bagi pelaku pasar, pernyataan ini memberikan sinyal bahwa pemerintah akan cenderung ekspansif dalam belanja negara pada semester kedua. Sektor-sektor yang biasanya diuntungkan dari belanja pemerintah, seperti konstruksi dan infrastruktur, berpotensi mendapat sentimen positif. Namun, investor tetap perlu mencermati risiko global yang masih membayangi perekonomian domestik.

KSSK berkomitmen untuk terus melakukan asesmen forward looking terhadap kinerja perekonomian dan sektor keuangan. "KSSK akan terus mencermati dan melakukan asesmen forward looking atas kinerja perekonomian dan sektor keuangan terkini seiring ketidakpastian ekonomi global yang meningkat, sekaligus melakukan upaya mitigasi secara terkoordinasi," pungkas Purbaya.

Follow kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks