Pencarian

Kemiskinan di NTT Bertambah 5.950 Jiwa, BPS: 75,32 Persen Garis Kemiskinan untuk Beli Makanan

Rabu, 05 Agustus 2026 • 16:03:01 WIB
Kemiskinan di NTT Bertambah 5.950 Jiwa, BPS: 75,32 Persen Garis Kemiskinan untuk Beli Makanan
Petugas BPS menunjukkan data tingkat kemiskinan NTT yang mencapai 17,52 persen pada Maret 2026.

KUPANG — Angka kemiskinan di NTT masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah. BPS mencatat tingkat kemiskinan di provinsi ini mencapai 17,52 persen. Dengan capaian itu, NTT menempati posisi keenam provinsi termiskin di Indonesia.

Matamira Kale menjelaskan, kenaikan kemiskinan pada Maret 2026 hampir seluruhnya terjadi di perdesaan. Tingkat kemiskinan di sana naik dari 21,48 persen menjadi 21,64 persen. Sebaliknya, di perkotaan justru turun dari 6,96 persen menjadi 6,71 persen.

"Disparitas antara kemiskinan perkotaan dan perdesaan masih tergolong tinggi," kata Matamira dalam rilis resmi yang diterima di Kupang, Rabu (5/8/2026).

Garis Kemiskinan NTT Capai Rp 584 Ribu per Kapita

BPS mencatat Garis Kemiskinan NTT pada Maret 2026 mencapai Rp 584.252 per kapita per bulan. Angka ini meningkat 3,77 persen dibandingkan September 2025.

Dari total tersebut, 75,32 persen merupakan kebutuhan makanan. Sisanya, 24,68 persen, adalah kebutuhan nonmakanan seperti perumahan, pendidikan, listrik, dan bensin.

"Rata-rata rumah tangga miskin di NTT memiliki 5,54 anggota rumah tangga. Dengan demikian, garis kemiskinan untuk satu rumah tangga miskin mencapai Rp 3.236.756 per bulan," ungkap Matamira.

Beras dan Rokok Jadi Penyumbang Terbesar Kemiskinan

Komoditas makanan yang paling berkontribusi terhadap garis kemiskinan adalah beras. Disusul rokok kretek filter, telur ayam ras, gula pasir, dan daging ayam kampung.

Kepala BPS juga menyebut Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) ikut naik dibandingkan September 2025. Artinya, rata-rata pengeluaran penduduk miskin semakin jauh dari garis kemiskinan. Kesenjangan pengeluaran di antara kelompok miskin pun sedikit melebar.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa mereka yang berada di bawah garis kemiskinan kini semakin tertekan. Terutama di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.

Gini Ratio NTT Justru Membaik

Di tengah kabar buruk soal kemiskinan, ketimpangan pengeluaran masyarakat menunjukkan perbaikan. Nilai Gini Ratio NTT turun dari 0,322 pada September 2025 menjadi 0,319 pada Maret 2026.

Angka tersebut masih berada pada kategori ketimpangan rendah. Porsi pengeluaran kelompok 40 persen penduduk terbawah mencapai 21,05 persen.

Namun, perbaikan Gini Ratio tidak otomatis mengangkat penduduk miskin keluar dari jerat kemiskinan. NTT kini masuk dalam tujuh provinsi yang mengalami kenaikan tingkat kemiskinan dibandingkan September 2025.

Dengan tambahan hampir 6 ribu penduduk miskin baru, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di NTT perlu mengevaluasi efektivitas program pengentasan kemiskinan. Khususnya di perdesaan yang menjadi kantong utama kemiskinan.

Follow kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: ekorantt.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks