NUSA TENGGARA TIMUR — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya berfokus pada proyek-proyek besar. Di sela peresmian program Jembatan Merah Putih Presisi dan sumber air bersih TNI Angkatan Darat, ia menyampaikan bahwa kehadiran negara adalah harga mati bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pertumbuhan ekonomi.
"Mungkin kita bisa melakukan proyek-proyek yang lebih gemilang, ya kita butuh investasi besar-besaran, tapi kita baru mengerti dan kita harus selalu mengerti bahwa negara harus hadir untuk rakyat yang paling terpencil, rakyat yang paling jauh dari pusat-pusat kehidupan yang besar, harus menikmati kualitas hidup yang baik," kata Prabowo dalam sambutannya yang dipusatkan di Kampung Bayah Satu, Kabupaten Lebak, Banten. Jembatan yang Menghubungkan 1.314 Desa
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi melaporkan, hingga saat ini Polri telah membangun dan merevitalisasi 895 jembatan secara swadaya di 30 Polda. Total panjang jembatan mencapai 19,2 kilometer yang menghubungkan 1.314 desa dan memberikan manfaat bagi sekitar 2 juta masyarakat.
Salah satu lokasi yang diresmikan adalah Jembatan Merah Putih Presisi di Kampung Bayah Satu, Lebak. Jembatan ini menghubungkan Desa Bayah Barat dengan Desa Darmasari dan berdampak langsung pada mobilitas sekitar 8.000 jiwa.
Prabowo menekankan bahwa infrastruktur dasar seperti jembatan memiliki dampak kemanusiaan yang besar. Ia mencontohkan bagaimana akses yang tadinya memakan waktu berjam-jam kini jauh lebih singkat, dan warga yang sebelumnya kesulitan mendapatkan air bersih kini terbantu.
"Saudara-saudara telah membantu rakyat kita mengatasi kesulitan mereka yang tadinya berjalan berjam-jam sekarang lebih mudah untuk mereka, yang tadinya tidak dapat air atau sangat susah mendapat air, saudara telah memberi manfaat kepada banyak rakyat kita," ucap dia. TNI/Polri Harus Mengabdi Penuh kepada Rakyat
Di hadapan jajaran TNI dan Polri, Presiden Prabowo mengingatkan kembali jati diri aparat keamanan sebagai tentara dan kepolisian rakyat. Ia menegaskan seluruh pengabdian harus diarahkan untuk kepentingan masyarakat luas, bukan kepentingan kelompok tertentu.
Peresmian ini merupakan bukti pencapaian penting dalam pemerataan pembangunan. Pemerintah, kata Prabowo, memiliki rencana besar, tetapi tidak boleh melupakan hal-hal kecil yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari warga.
Program Jembatan Merah Putih Presisi merupakan wujud tugas Polri dalam membantu menjawab kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat. Fokus utamanya adalah wilayah perdesaan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses menuju sekolah, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, dan pusat kegiatan ekonomi.
Kehadiran jembatan yang aman dan layak diharapkan tidak hanya memperkuat konektivitas antarwilayah, tetapi juga membuka akses pendidikan dan pelayanan dasar. Langkah ini sejalan dengan prioritas pemerintah untuk memastikan pembangunan yang inklusif di seluruh penjuru negeri.