NUSA TENGGARA TIMUR — Netflix tengah mengembangkan Scope, film thriller aksi misteri garapan sutradara Warfare, Ray Mendoza, bersama produser Jaume Collet-Serra. Proyek ini berawal dari naskah spekulatif karya Charley dan Vlas Parlapanides serta Scott Charnick, yang diambil Netflix secara preemptif lewat Jadis Collective. Ceritanya mengikuti operator pasukan khusus yang pulang untuk memulihkan diri dari cedera traumatis, lalu terjerat misteri tak terduga di kawasan pinggiran kota.
Naskah Scope lahir dari skenario spekulatif Charley dan Vlas Parlapanides, duo penulis di balik serial animasi dewasa Netflix, Blood of Zeus, bersama Scott Charnick. Netflix mengambil naskah itu secara preemptif melalui Jadis Collective, rumah produksi milik Collet-Serra.
Premis Cerita Scope
Scope dibangun sebagai thriller aksi misteri dengan nuansa yang disebut-sebut mendekati Disturbia dan Rear Window. Ceritanya berpusat pada seorang operator pasukan khusus yang kembali ke rumah untuk memulihkan diri dari cedera traumatis.
Alih-alih mendapatkan ketenangan, ia justru terseret ke dalam misteri tak terduga di lingkungan pinggiran kota. Belum ada informasi soal jadwal produksi maupun nama pemain yang akan terlibat.
Siapa di Balik Layar
Collet-Serra dan Max Jacoby akan memproduseri Scope lewat Jadis Collective. Mereka didampingi Trevor Engelson dan Josh McGuire dari Underground, rumah produksi yang mengerjakan The Drop: A Snowfall Saga.
Nama Collet-Serra bukan sosok baru di Netflix. Ia terikat kontrak kreatif dengan platform streaming itu untuk menyutradarai sekaligus memproduksi film dan serial televisi. Kesepakatan tersebut lahir setelah kesuksesan Carry-On, thriller aksi bandara yang dibintangi Taron Egerton dan Jason Bateman.
Carry-On tercatat sebagai film ketiga terpopuler Netflix sepanjang masa dengan lebih dari 172,1 juta penayangan. Angka itu menjadi salah satu alasan Netflix terus mempercayakan proyek-proyek besar kepada Collet-Serra.
Deretan Proyek Collet-Serra di Netflix
Scope menambah panjang daftar proyek Collet-Serra di Netflix. Proyek pertama di bawah kontraknya, yang diumumkan Juli 2025, adalah An Innocent Girl, thriller psikologis berlatar Washington, D.C., yang dibintangi sekaligus diproduseri eksekutif oleh Kerry Washington.
Selain itu ada The Cage, thriller aksi berkonsep tinggi, serta Maelstrom, film aksi yang akan dibintangi Alan Ritchson dari serial Reacher. Netflix juga telah mengakuisisi Play Dead, thriller survival bertema Perang Dunia II garapan Collet-Serra pada awal tahun ini.
Di luar Netflix, Collet-Serra baru saja mendapat kepastian distribusi teatrikal untuk reboot Cliffhanger yang dibintangi Lily James dan Pierce Brosnan. Vertical mengambil alih rencana rilis film itu setelah sebelumnya tertahan bersama distributor Row K.
Rekam Jejak Ray Mendoza
Mendoza adalah mantan anggota Navy SEAL yang beralih ke dunia film. Bersama Alex Garland, ia menulis dan menyutradarai Warfare, drama aksi ensembel A24 yang mendapat pujian kritikus.
Proyek terbarunya adalah Blood On the Promontory, drama Western tentang lima narapidana yang dirantai kakinya dan berusaha kabur melalui pegunungan setelah perampokan kereta yang berujung kekerasan. Film itu dibintangi Sam Worthington, Jai Courtney, Jack Quaid, Jaeden Martell, dan LaMonica Garrett.
Di televisi, Mendoza mengerjakan The Terminal List: Dark Wolf untuk Prime Video. Ia diwakili agensi WME dan Underground.
Sementara itu, Charley dan Vlas Parlapanides dikenal sebagai kreator Blood of Zeus yang mendapat nominasi WGA Award dan berjalan tiga musim di Netflix. Kredit mereka mencakup Immortals dan Death Note. Charnick sendiri diwakili Range Media Partners, Paradigm, dan Feig Finkel.
Scope menegaskan strategi Netflix memperkuat jajaran thriller aksi orisinalnya, sekaligus menjaga kolaborasi jangka panjang dengan Collet-Serra sebagai salah satu mesin produksi utamanya.