Pencarian

POPDA VIII NTT 2026 di Kupang Perkuat Persaudaraan Antardaerah, Jadi Ajang Jaring Atlet Menuju PON 2028

Senin, 26 Oktober 2026 • 08:46:01 WIB
POPDA VIII NTT 2026 di Kupang Perkuat Persaudaraan Antardaerah, Jadi Ajang Jaring Atlet Menuju PON 2028
Gala Dinner kontingen POPDA VIII NTT 2026 digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Sabtu (24/10/2026).

KUPANG — Gala Dinner bersama kontingen POPDA VIII Nusa Tenggara Timur digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Sabtu (24/10/2026). Acara itu mempertemukan atlet, pelatih, ofisial, dan pemangku kepentingan olahraga dari berbagai kabupaten/kota se-NTT.

Jeffry Edward Pelt menyampaikan pesan Wali Kota Kupang Christian Widodo yang berhalangan hadir karena tugas di luar daerah. Ia juga meminta maaf bila pelayanan dan dukungan selama Kota Kupang menjadi tuan rumah belum sepenuhnya maksimal.

Kebersamaan Dinilai Lebih Utama dari Sekadar Medali

Menurut Jeffry, pertandingan memang akan melahirkan juara. Namun kebersamaan disebutnya sebagai inti dari seluruh kegiatan olahraga.

"Pertandingan memang akan melahirkan seorang juara. Namun, sesungguhnya kebersamaan menjadi hal utama dari seluruh inti olahraga," ujar Jeffry.

Keberhasilan olahraga tidak semata ditentukan medali dan kemenangan. Kompetisi juga menjadi sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, ketangguhan, serta sikap menghormati lawan dan menjunjung sportivitas.

Komunikasi Antardaerah Jadi Kunci Menuju PON 2028

Persiapan menuju PON 2028 membutuhkan kerja sama berkelanjutan antara pemerintah daerah, KONI, pelatih, atlet, dan seluruh pemangku kepentingan. Komunikasi antardaerah perlu diperkuat agar pembinaan atlet berjalan terarah.

"Momentum seperti ini harus kita manfaatkan untuk membangun komunikasi dan kebersamaan. Kita ingin atlet-atlet NTT tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan menjunjung tinggi sportivitas," tegasnya.

Masukan dari seluruh kontingen akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan penyelenggaraan kegiatan olahraga pada masa mendatang.

Kontingen Diminta Maksimalkan Kemampuan hingga Pertandingan Berakhir

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTT Alvons Theodorus berharap POPDA VIII melahirkan atlet muda potensial yang dapat dipersiapkan mewakili NTT di kompetisi nasional, khususnya PON 2028. Ia mengapresiasi sinergi Pemprov NTT dan Pemkot Kupang dalam mendukung penyelenggaraan.

Koordinasi antara KONI Provinsi, KONI kabupaten/kota, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar pembinaan atlet berlangsung konsisten. Alvons mengajak peserta mengerahkan kemampuan terbaik hingga pertandingan berakhir, dan menjadikan keterbatasan sebagai tantangan yang dijawab dengan kerja keras serta kedisiplinan.

Pemprov NTT Janji Dorong Pembinaan Olahraga Pelajar Berkelanjutan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Ambrosius Kodo, yang mewakili Gubernur NTT, menilai kompetisi olahraga pelajar penting untuk mengevaluasi hasil latihan, menambah pengalaman bertanding, dan membentuk karakter generasi muda. Atlet diminta bertanding dengan semangat, mematuhi peraturan, menghormati lawan, dan menjaga perilaku di dalam maupun luar arena.

Pemprov NTT berkomitmen mendorong pembinaan olahraga pelajar secara berkelanjutan. Persiapan menuju PON 2028 membutuhkan dukungan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas pembinaan, kesiapan sumber daya manusia, keterlibatan dunia usaha, lembaga pendidikan, serta partisipasi masyarakat.

Belanja Peserta dan Layanan Lokal Ikut Menggerakkan UMKM Kupang

Penyelenggaraan POPDA juga memberi manfaat ekonomi bagi warga. Kehadiran kontingen dari berbagai daerah mendorong aktivitas pelaku UMKM, termasuk melalui belanja kebutuhan peserta dan pemanfaatan layanan lokal selama berada di Kota Kupang.

Gala Dinner dihadiri para Asisten Sekretaris Daerah Kota Kupang, jajaran Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTT, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Kupang, serta pelatih, ofisial, atlet, dan perwakilan kontingen kabupaten/kota se-NTT.

Pembinaan atlet pelajar diharapkan tidak berhenti pada kompetisi, tetapi berlanjut melalui program latihan terukur, pemantauan prestasi, dan dukungan lintas daerah. Langkah itu menjadi bagian penting menyiapkan atlet NTT agar mampu bersaing pada PON 2028.

Follow kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kampiunnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks