KUPANG — IPSI Kabupaten Belu menutup gelaran Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) VIII Nusa Tenggara Timur dengan status juara umum cabang pencak silat. Kontingen pesilat muda Belu mengumpulkan 11 medali: 7 emas, 1 perak, dan 3 perunggu.
Sebanyak 17 atlet diterjunkan ke Kota Kupang pada 22–26 Oktober 2026. Mereka berlaga di tiga kategori utama, yakni laga (tanding), seni, dan solo kreatif.
IPSI Belu bukan datang tanpa bekal. Tim menjalani persiapan selama dua bulan sebelum keberangkatan, bagian dari persiapan kontingen Kabupaten Belu yang mengirim 134 atlet dari 7 cabang olahraga.
Misi Besar di Balik Status Juara Bertahan
Datang sebagai juara bertahan, IPSI Belu mengusung target mempertahankan gelar. Tekanan itu terjawab di gelanggang lewat perjuangan keras para pesilat.
Kemenangan pada Minggu malam disambut haru dan euforia. Ketua IPSI Belu Benedictus Manek hadir langsung di lokasi bersama jajaran pengurus dan para pelatih untuk memberikan dukungan.
Kehadiran pengurus di tribun bukan tanpa alasan. Sejak POPDA II hingga POPDA VII, cabang pencak silat Belu selalu keluar sebagai juara umum.
Satu Kali Gagal, Tujuh Kali Juara
Catatan sejarah menempatkan POPDA I sebagai satu-satunya momen IPSI Belu gagal finis teratas. Saat itu Belu harus puas di peringkat kedua.
Sejak edisi berikutnya, tidak ada lawan yang mampu menggeser posisi Belu di puncak klasemen pencak silat. Hasil di POPDA VIII mengunci gelar juara umum ketujuh secara beruntun.
Rentetan itu menjadikan pembinaan atlet pencak silat usia muda di Kabupaten Belu sebagai yang paling konsisten di NTT. Prestasi 2026 menjadi bukti nyata bahwa regenerasi pesilat di Belu tetap terjaga.