Pencarian

Imigrasi Catat 25 Ribu WNA Masuk Indonesia saat Konser Kanye West di GBK

Senin, 26 Oktober 2026 • 21:17:02 WIB
Imigrasi Catat 25 Ribu WNA Masuk Indonesia saat Konser Kanye West di GBK
Imigrasi mencatat sekitar 25 ribu WNA masuk Indonesia menjelang dan saat konser Kanye West di GBK.

NUSA TENGGARA TIMUR — Direktorat Jenderal Imigrasi mencatat sekitar 25 ribu warga negara asing masuk ke Indonesia menjelang dan saat konser Kanye West di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (24/10/2026). Lonjakan terbesar terjadi pada 23 Oktober dengan 10.000 pelintas asing per hari, sebelum turun tipis menjadi 9.700 orang di hari pelaksanaan konser. Penampilan Ye di Jakarta menjadi satu-satunya titik singgah turnya di Asia Tenggara dan Oseania tahun ini.

Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko menyebut kenaikan arus kedatangan pelintas asing mulai terasa sejak tiga hari sebelum acara dan berlanjut bertahap. Puncaknya terjadi sehari sebelum konser, ketika bandara mencatat 10.000 kedatangan WNA dalam satu hari.

Rincian Lonjakan Kedatangan WNA

Data Imigrasi menunjukkan kenaikan dimulai pada 21 Oktober dengan 1.000 orang, lalu melonjak menjadi 4.700 orang pada 22 Oktober. Pada 23 Oktober, jumlahnya mencapai 10.000 orang per hari, sebelum sedikit menurun ke angka 9.700 orang pada 24 Oktober saat konser digelar.

"Kami mencatat tren lonjakan pelintas asing, terutama di H-3 konser. Lonjakan kedatangan WNA tercatat sebanyak 1.000 orang pada 21 Oktober, 4.700 orang pada 22 Oktober, dan mencapai puncaknya pada 23 Oktober dengan 10.000 orang per hari," kata Hendarsam dalam keterangannya, Senin (26/10/2026).

Status Jakarta sebagai satu-satunya titik singgah tur Ye di kawasan Asia Tenggara dan Oseania tahun ini menjadi pemicu utama. Penggemar dari berbagai negara memilih terbang langsung ke ibu kota demi menyaksikan penampilan musisi asal Amerika Serikat tersebut.

Dampak ke Hotel dan Ekonomi Kreatif

Kedatangan puluhan ribu wisatawan asing memberi dorongan nyata bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Jakarta. Data Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat okupansi hotel di sekitar Jakarta selama periode konser.

Imigrasi juga menerbitkan 88 visa sport and performer khusus untuk Ye beserta rombongan kru resminya. Jumlah ini terpisah dari visa yang dipegang penggemar mancanegara yang datang sebagai penonton.

"Ketika musisi dunia tampil di Indonesia, yang datang bukan hanya artis dan kru, tetapi juga penggemar dari berbagai negara. Mereka menggunakan transportasi, menginap di hotel, menikmati kuliner, hingga berbelanja. Artinya, ada banyak sektor ekonomi yang ikut bergerak," ujar Hendarsam.

Antisipasi Antrean dan Pengawasan di GBK

Untuk mencegah antrean panjang akibat lonjakan penumpang, Ditjen Imigrasi mengoptimalkan fasilitas autogate bagi pelintas yang memenuhi syarat. Petugas juga disiagakan langsung di area GBK selama acara berlangsung.

Pengawasan di lapangan difokuskan pada kesesuaian izin tinggal WNA dan pencegahan potensi pelanggaran keimigrasian, dengan pendekatan yang tetap humanis. Langkah ini diambil agar kelancaran acara tidak terganggu urusan administratif.

Momentum konser Ye dinilai menjadi tolok ukur kesiapan Jakarta sebagai pusat music tourism tingkat global. Hendarsam menegaskan komitmen pihaknya mendukung kegiatan berskala internasional lewat pelayanan keimigrasian yang modern tanpa mengesampingkan pengawasan.

"Jakarta telah menunjukkan potensinya sebagai panggung konser musik dunia. Kami ingin semakin banyak kegiatan internasional hadir di Indonesia dan membawa manfaat bagi masyarakat," kata dia.

Bagi industri hiburan Tanah Air, angka 25 ribu kedatangan WNA dalam satu gelaran konser menjadi pembanding baru saat promoter mengajukan izin event internasional berikutnya. Data Imigrasi semacam ini bakal jadi rujukan saat menghitung proyeksi okupansi hotel, transportasi, dan belanja wisatawan di sekitar venue.

Follow kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks