Ibu-ibu Kampung Topak Manggarai Pikul Pasir Perbaiki Jalan Rusak Desa

Penulis: Hendra Setiawan  •  Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:12:03 WIB
Puluhan ibu rumah tangga di Kampung Topak memikul pasir untuk perbaikan jalan rusak secara mandiri.

RUTENG — Puluhan ibu rumah tangga di Kampung Topak, Desa Golo Langkok, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, terpaksa turun ke jalan untuk melakukan perbaikan infrastruktur secara mandiri. Dengan memikul ember berisi pasir di atas kepala, mereka menyusuri tanjakan terjal yang dipenuhi bebatuan lepas pada Jumat, 8 Mei 2026.

Aksi gotong royong ini melibatkan lintas generasi, mulai dari orang tua hingga pemuda setempat. Sementara kaum perempuan mengangkut material, warga laki-laki bertugas mengaduk campuran semen dan pasir secara manual menggunakan alat seadanya. Langkah darurat ini diambil karena kondisi jalan yang kian memprihatinkan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Akses Vital Menuju Puskesmas dan Sekolah Lumpuh

Jalur yang diperbaiki tersebut merupakan urat nadi bagi warga Dusun Topak menuju Kampung Langke, Desa Luang Bua. Jalan ini menjadi satu-satunya akses utama penduduk untuk menjangkau puskesmas, rumah sakit, sekolah, hingga tempat ibadah. Kerusakan yang terjadi selama bertahun-tahun telah memutus akses kendaraan roda empat, termasuk layanan darurat medis.

Ita, salah satu perwakilan perempuan yang ikut dalam aksi tersebut, mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap kondisi infrastruktur yang menghambat pelayanan kesehatan. Menurutnya, kendaraan ambulans sama sekali tidak bisa masuk ke kampung mereka saat ada warga yang sakit atau hendak melahirkan.

“Selama ini kami banyak mengeluh tentang jalan ini saat ke rumah sakit, juga untuk keperluan lain,” ucap Ita.

Ita menambahkan bahwa pengerjaan swadaya ini setidaknya memberikan sedikit harapan bagi mobilitas warga, meski dilakukan dengan keterbatasan biaya dan tenaga. “Hari ini sedikit senang, karena ada kerja gotong royong untuk perbaiki yang rusak parah,” pungkasnya.

Infrastruktur Terabaikan Sejak Tahun 2008

Kondisi jalan di Desa Golo Langkok ini dilaporkan terakhir kali mendapatkan perhatian pemerintah pada tahun 2008. Saat itu, pengerjaan hanya menyentuh tahap lapisan penetrasi (Lapen). Setelah 18 tahun tanpa pemeliharaan rutin, aspal telah mengelupas sepenuhnya, menyisakan lubang dalam dan plat duiker yang rusak berat.

Warga mengaku telah berulang kali mengeluhkan persoalan ini, namun belum ada respons nyata dari pemerintah daerah. Akibatnya, masyarakat harus merogoh kocek pribadi dan menguras tenaga untuk menambal titik-titik jalan yang nyaris putus agar tetap bisa dilalui kendaraan roda dua.

Hironimus Barut, salah satu warga yang ikut bekerja, menegaskan bahwa setiap hari pelintas jalan harus bertaruh nyawa agar tidak mengalami kecelakaan. Ia mendesak pemerintah kabupaten maupun provinsi untuk segera mengalokasikan anggaran perbaikan permanen.

“Semoga pemerintah melihat upaya kami ini,” katanya. Hironimus menekankan bahwa kondisi ini sudah lama dikeluhkan warga namun seolah tidak mendapat perhatian serius dari pemangku kebijakan.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: ekorantt.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top