Pencarian

Menko Pangan Zulkifli Hasan Dorong Mahasiswa NTT Manfaatkan Teknologi Digital demi Swasembada Pangan

Jumat, 15 Mei 2026 • 16:20:07 WIB
Menko Pangan Zulkifli Hasan Dorong Mahasiswa NTT Manfaatkan Teknologi Digital demi Swasembada Pangan
Menko Pangan Zulkifli Hasan memberikan kuliah umum di STIKOM Uyelindo Kupang terkait teknologi digital untuk swasembada pangan.

KUPANG — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mendorong mahasiswa di Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk aktif memanfaatkan teknologi digital dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Hal itu disampaikannya saat menjadi pembicara dalam kuliah umum di STIKOM Uyelindo Kupang, Jumat (15/5/2026).

Teknologi Bisa Gantikan 24 Tenaga Manusia per Hari

Dalam pemaparannya, Zulkifli menyoroti efisiensi yang bisa dicapai lewat digitalisasi sektor pertanian. Ia mencontohkan proses panen padi yang biasanya membutuhkan 24 orang tenaga manusia dalam satu hari, kini bisa dikerjakan oleh teknologi dalam luasan 24 hektare dalam waktu yang sama.

“Pemanfaatan teknologi tidak hanya untuk panen, tetapi juga mencakup pemupukan dan penyiraman menggunakan drone serta teknologi modern lainnya,” ujar Zulkifli di hadapan ratusan mahasiswa.

Kampus IT Pertama di NTT Minta Dukungan Pemerintah

Ketua STIKOM Uyelindo Kupang, Reimerta Natonis, menyambut baik kehadiran Menko Pangan di kampusnya. Ia mengatakan STIKOM merupakan perguruan tinggi teknologi informasi pertama di NTT yang berkomitmen mencetak SDM unggul dan inovatif.

“Kami ingin lulusan STIKOM mampu membantu memecahkan tantangan teknologi informasi, khususnya di sektor pangan di Indonesia,” kata Reimerta.

Namun, ia mengungkapkan masih ada kendala akses pendidikan. Sekitar 24 persen pelajar di NTT berminat melanjutkan studi di STIKOM, tetapi terkendala biaya. Pihak kampus pun meminta dukungan pemerintah untuk membuka akses lebih luas bagi pelajar SMA yang ingin mendalami teknologi informasi.

Proses Alih Status STIKOM Menjadi Universitas

Reimerta juga menyampaikan bahwa STIKOM Uyelindo saat ini tengah memproses perubahan status menjadi universitas. Pihaknya memohon pendampingan dari Menko Pangan agar proses tersebut dapat berjalan lancar.

“Kami memohon pendampingan dari bapak Menko Pangan agar proses perubahan STIKOM dapat terlaksana,” ujarnya.

Ekonomi Rakyat Harus Jadi Pilar Utama

Dalam kesempatan yang sama, Zulkifli Hasan menekankan pentingnya menempatkan rakyat sebagai pilar utama pembangunan ekonomi nasional. Ia mengkritik sistem ekonomi pasar bebas yang dinilai hanya menguntungkan pemilik modal besar.

“Termasuk sawit yang kebun besar, dibuat inti plasma. Rakyat 80 persen. Pengusaha besar tidak boleh semua. Usaha rakyat, ownership itu rakyat, bukan konglomerasi,” tegasnya.

Menurut Zulkifli, era reformasi mengubah sistem ekonomi menjadi pasar bebas sehingga masyarakat kecil kerap menjadi korban. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto tengah meluruskan kembali kondisi tersebut melalui penguatan ekonomi rakyat dan swasembada pangan.

Bunga Kredit Usaha Rakyat Diturunkan Jadi Maksimal 8 Persen

Zulkifli juga menyinggung kebijakan terbaru pemerintah terkait kredit usaha rakyat (KUR). Ia menyebut arahan Presiden saat ini adalah menurunkan bunga kredit menjadi maksimal 8 persen, dari sebelumnya yang bisa mencapai 24 persen di beberapa program kredit desa.

“Hampir di setiap perkampungan ada kredit Mekar dengan bunga 24 persen. Saat ini arahan Presiden, pengajuan kredit oleh rakyat maksimal 8 persen bunga,” katanya.

Kuliah umum yang mengusung tema “Teknologi Digital untuk Ketahanan Pangan NTT: Peran Mahasiswa dalam Mewujudkan Swasembada Nasional” diharapkan membawa perubahan positif bagi pengembangan teknologi informasi di daerah tersebut.

Bagikan
Sumber: lintasntt.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks