KUPANG — Bukan sekadar kompetisi, lomba paduan suara anak PAUD di Kota Kupang berubah menjadi panggung hiburan bagi para juri. Selama dua hari pelaksanaan hingga Selasa (20/5/2026), tiga dewan juri—Grace Lifens Pandie-Sjioen, Ryanty Putri Sari Wadu, dan Max Jacob Bolla—tak kuasa menahan tawa. Mereka menyaksikan aksi spontan para peserta yang penuh kejutan.
Satu momen mencuri perhatian: seorang peserta dengan percaya diri menyanyikan lirik berbeda dari teman satu timnya. Alih-alih panik, anak-anak lain di atas panggung justru "mengoreksi" dengan cara mereka sendiri. Suasana ruang lomba pun pecah oleh gelak tawa.
Tingkah menggemaskan para peserta cilik bahkan membuat salah satu juri mengambil ponsel pribadi untuk mengabadikan momen. Max Jacob Bolla, salah satu juri, mengaku sangat terkesan dengan keberanian dan ekspresi alami yang ditampilkan anak-anak.
"Namanya juga anak-anak yang baru pertama kali mengikuti lomba. Kami bertiga sangat terhibur karena setiap kelompok punya keunikan sendiri-sendiri. Ada yang saat bernyanyi membuat gerakan berbeda dengan teman-temannya. Itu lucu dan menghibur," ujar Max kepada media.
Meskipun diwarnai berbagai tingkah lucu, Max menegaskan seluruh peserta tetap dinilai secara profesional. Kriteria lomba yang ditetapkan panitia menjadi acuan utama, bukan sekadar gelak tawa yang mereka ciptakan.
Koordinator Lomba Paduan Suara, Januarius Ola, menyampaikan apresiasi atas keberanian dan kekompakan anak-anak. Menurutnya, kepolosan para peserta justru menjadi warna tersendiri dalam perayaan Hari Anak Nasional tahun ini.
"Anak-anak tampil dengan karakter dan keunikannya masing-masing. Ada banyak momen lucu yang membuat suasana menjadi hidup dan penuh sukacita. Namun yang paling penting, kegiatan ini berjalan baik, lancar, dan menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar percaya diri," katanya.
Panitia berharap seluruh rangkaian lomba dapat terus berlangsung tertib hingga penutupan pada Sabtu (23/5/2026). Lomba ini diikuti oleh berbagai PAUD dan TKK se-Kota Kupang, menjadi ajang bagi anak-anak untuk menunjukkan bakat sejak dini.
Suasana hangat dan penuh tawa ini membuktikan bahwa perayaan Hari Anak Nasional tidak melulu soal kemenangan. Lebih dari itu, tentang keberanian tampil dan kebahagiaan anak-anak dalam mengekspresikan diri.