KUPANG — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka akhirnya melihat langsung kondisi dua jembatan yang putus di Kecamatan Amfoang, Kabupaten Kupang, Jumat (22/11). Keputusan menambah lokasi kunjungan itu diambil setelah dirinya dihadang mahasiswa saat mendarat di Kupang, Kamis malam.
Gibran mengaku tidak memiliki jadwal resmi ke Amfoang. Agenda awal hanya mencakup kunjungan ke Pulau Rote. Namun, pertemuan dengan mahasiswa asal Kabupaten Kupang di bandara mengubah rencana tersebut.
“Hari ini tidak ada jadwal saya ke Amfoang, hari ini jadwal saya ke Pulau Rote. Tetapi kemarin ketika mendarat di Kupang saya ketemu dengan teman-teman mahasiswa, mereka menyampaikan terkait infrastruktur di Amfoang,” kata Gibran di Desa Manubelon, Kecamatan Amfoang Barat Daya.
Mahasiswa menyoroti putusnya dua jembatan yang sudah berlangsung sejak tahun lalu. Kondisi itu membuat Kecamatan Amfoang Timur, Amfoang Barat, Amfoang Barat Daya, Barat Laut, dan Amfoang Utara terisolasi dari akses utama.
Setelah meninjau lokasi, Wapres menilai kerusakan kedua jembatan cukup parah. Ia juga melihat langsung kondisi desa yang disebutnya kurang baik dan terisolasi.
“Dua jembatan itu kelihatan cukup parah, dan saya lihat juga di desa ini keadaannya cukup kurang baik, terisolasi dan saya mohon maaf sekali,” ujar dia.
Dampak dari putusnya jembatan tidak hanya menghambat distribusi barang dan mobilitas warga. Gibran mendengar paparan bahwa anak-anak yang bersekolah harus melintasi sungai dalam kondisi basah untuk sampai ke sekolah.
Wapres berjanji akan membicarakan masalah ini dengan kementerian terkait setelah kembali ke Jakarta. “Saya akan bicarakan dengan kementerian terkait untuk memberikan solusi,” janjinya kepada warga setempat.