BAJAWA — Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, desa, akademisi, fasilitator, dan masyarakat dalam membangun Kabupaten Ngada. Menurutnya, pendekatan bio-regenerative menjadi kunci untuk mengelola potensi sumber daya alam, budaya, dan sektor pertanian secara optimal dan ramah lingkungan.
Bernadinus menilai Kabupaten Ngada memiliki potensi besar pada komoditas unggulan seperti kopi, kemiri, kakao, dan hortikultura. Komoditas ini, kata dia, memiliki nilai ekonomi tinggi jika dikelola dengan pendekatan bio-regenerative.
“Pendekatan bio-regenerative tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas pertanian, tetapi juga pada upaya menjaga kelestarian lingkungan, memperkuat kelembagaan ekonomi desa, serta meningkatkan nilai tambah produk-produk lokal,” ujar Bernadinus dalam sambutannya.
Ia menambahkan, pendekatan ini sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Ngada yang menempatkan keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat sebagai strategi utama.
Workshop ini dirancang sebagai forum bagi peserta untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Topik yang dibahas mencakup praktik pertanian regeneratif, pengembangan usaha berbasis potensi lokal, serta strategi memperkuat ekonomi desa.
Bernadinus mengajak seluruh peserta untuk memperkuat sinergi, meningkatkan kapasitas, dan membangun komitmen bersama. “Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, saya yakin kita mampu mewujudkan Kabupaten Ngada yang unggul, mandiri, dan berbudaya melalui pembangunan desa yang berkelanjutan,” tandasnya.
Founder dan Director Anindhaloka, Cokorda Istri Dewi, menyatakan harapannya agar workshop ini menjadi langkah awal membangun kemitraan erat antara lembaganya, Pemerintah Kabupaten Ngada, dan para petani. Ia menekankan pentingnya melibatkan tokoh agama, generasi muda, petani, hingga wirausahawan muda.
Menurut Cokorda, rangkaian pelatihan dan pendampingan intensif akan dilaksanakan selama enam bulan ke depan. Program ini bertujuan memperkuat kapasitas peserta agar mampu mengimplementasikan prinsip bio-regenerative di desa masing-masing.
Workshop ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal melalui Program Tekad bersama Anindhaloka. Kegiatan ini melibatkan pemerintah daerah, pemerintah desa, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), penyuluh pertanian, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Bernadinus mengapresiasi seluruh pihak yang menginisiasi dan memfasilitasi penyelenggaraan workshop ini. “Kehadiran pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, akademisi, fasilitator, dan masyarakat dalam forum ini menunjukkan semangat kebersamaan untuk membangun Kabupaten Ngada melalui inovasi dan pemberdayaan masyarakat,” pungkasnya.