WAINGAPU — Angka putus sekolah di Kabupaten Sumba Timur, khususnya pada tingkat Sekolah Menengah Pertama, masih menjadi pekerjaan rumah yang kompleks. Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, mengungkapkan bahwa persoalan ini dipengaruhi oleh rendahnya kemampuan literasi dasar hingga kondisi kesehatan anak yang menghambat proses belajar.
Madrasah dan SMAK Negeri Jadi Ujung Tombak Peningkatan SDM
Kepala Kantor Wilayah Kemenag NTT, Fransiskus Kariyanto, menegaskan bahwa pendidikan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang berkarakter. Ia mendorong penguatan madrasah negeri dan Sekolah Menengah Agama Kristen (SMAK) Negeri di Sumba Timur sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah tersebut.
"Kualitas pendidikan tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat," kata Fransiskus dalam keterangannya di Kupang, Sabtu.
Pendataan Anak Putus Sekolah dan Peran Penyuluh Agama
Salah satu langkah konkret yang akan dijalankan adalah pendataan menyeluruh terhadap anak-anak yang putus sekolah. Data tersebut akan menjadi dasar bagi Kantor Kemenag Kabupaten Sumba Timur untuk memberikan pendampingan secara berkelanjutan melalui para penyuluh agama.
Pendampingan ini diarahkan pada penguatan karakter, peningkatan kemampuan literasi dan numerasi, serta pemberian motivasi agar anak-anak tersebut memiliki kesempatan untuk kembali mengenyam pendidikan atau mengembangkan potensi yang dimiliki. "Melalui Kemenag Kabupaten Sumba Timur dan para penyuluh agama, kita dapat hadir lebih dekat di tengah masyarakat untuk memberikan pendampingan kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian," ujar Fransiskus.
Komitmen Bersama Usai Audiensi di Waingapu
Komitmen kolaborasi ini mengemuka setelah Fransiskus melakukan audiensi dengan Bupati Umbu Lili Pekuwali di Waingapu. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas tenaga pendidik, serta menghadirkan layanan pendidikan yang lebih inklusif hingga ke wilayah terpencil.
Fransiskus menambahkan, sinergi antara Kanwil Kemenag NTT, Kantor Kemenag Kabupaten Sumba Timur, dan Pemkab Sumba Timur perlu terus ditingkatkan. Hal ini mencakup peningkatan mutu layanan pendidikan, pengembangan kompetensi tenaga pendidik, hingga penyediaan sarana pembelajaran yang memadai.