JAKARTA — Kementerian Pariwisata memastikan pemulihan sektor pariwisata di NTT berjalan bertahap menyusul gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di 30 km Mbay, Nagekeo. Berdasarkan verifikasi lapangan yang dilakukan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), sejumlah lokasi masih belum bisa menerima kunjungan wisatawan karena pertimbangan keamanan dan aksesibilitas.
Lima destinasi utama yang masih ditutup antara lain Desa Wae Rebo dan Ruteng Pu'u di Manggarai, Taman Nasional Kelimutu di Ende, Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Gugus Pulau Teluk Maumere di Sikka, serta sejumlah kawasan wisata di Kabupaten Ngada dan Nagekeo yang masih terkendala jaringan komunikasi dan pasokan listrik.
Kementerian Pariwisata menyebut penutupan Taman Nasional Kelimutu dilakukan setelah ditemukan longsoran dinding kawah akibat guncangan gempa. Kondisi serupa juga membuat Desa Wae Rebo, kampung adat terkenal di Manggarai, memerlukan perhatian khusus sebelum kembali dibuka untuk umum.
Di sisi lain, aktivitas wisata di kawasan Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo mulai menunjukkan pemulihan. Pelabuhan Marina Labuan Bajo telah beroperasi normal dan akses pelayaran menuju Taman Nasional Komodo kembali dibuka.
Data Kementerian Pariwisata mencatat jumlah kunjungan wisatawan ke Pulau Padar, Loh Liang di Pulau Komodo, Loh Buaya di Pulau Rinca, dan Gili Lawa mencapai lebih dari 2.000 orang per hari pada 17 Agustus 2026. Destinasi lain seperti Pulau Kelor dan Kampung Adat Todo di Manggarai juga tetap ramai dikunjungi dan beroperasi seperti biasa.
Sementara itu, destinasi Batu Cermin telah resmi dibuka kembali sejak 16 Agustus 2026. Dari sisi akomodasi, mayoritas hotel besar di Manggarai Barat seperti Ayana, Crowne Plaza, Sudamala, Ta'aktana Marriott, dan Meruorah dilaporkan dalam kondisi aman dengan kerusakan ringan.
Tidak semua hotel bernasib sama. Hotel Jayakarta mengalami kerusakan struktural berat sehingga diputuskan ditutup sementara. Seluruh tamu telah dievakuasi dan mendapat penanganan dari pihak hotel.
Sektor penerbangan juga masih melakukan penyesuaian jadwal. Bandara Ende membatalkan seluruh penerbangan hingga 20 Agustus 2026, sedangkan Bandara Frans Sales Lega Ruteng membatalkan penerbangan Wings Air hingga 22 Agustus 2026. Bandara Komodo Labuan Bajo, Bandara Frans Seda Maemere, dan Bandara Gewayantana Larantuka tetap beroperasi dengan sejumlah penyesuaian jadwal.
Guna memastikan wisatawan dan pelaku usaha memperoleh informasi akurat, BPOLBF membuka hotline informasi pariwisata melalui nomor 0811-3879-4555. Layanan tersebut menyediakan informasi terkini mengenai kondisi destinasi, aksesibilitas, serta akomodasi pascagempa.
Kementerian Pariwisata berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan AirNav untuk mendukung pemulihan operasional bandara melalui skema Get Airport Ready for Disaster (GARD). Pendataan dan verifikasi terhadap kerusakan akomodasi, daya tarik wisata, dan fasilitas pendukung pariwisata di seluruh kabupaten terdampak terus dilakukan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi NTT per 18 Agustus 2026 pukul 09.00 WITA, gempa yang terjadi pada Sabtu (15/8) pukul 05.58 WITA itu mengakibatkan 69 orang meninggal dunia, 331 orang luka-luka, dan 34.689 orang mengungsi.
Sebanyak 19.297 unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan, dengan rincian 6.463 rumah rusak berat, 2.481 rumah rusak sedang, dan 12.006 rumah rusak ringan. Dampak signifikan tercatat di Kabupaten Manggarai dengan 26 orang meninggal dunia dan Manggarai Timur dengan 25 orang meninggal dunia.
BMKG mencatat sebanyak 2.403 gempa susulan hingga 18 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB, termasuk 24 kejadian dengan magnitudo di atas 5. Pemerintah mengimbau wisatawan yang merencanakan perjalanan ke Flores untuk mengutamakan keselamatan, memantau informasi dari sumber resmi, serta menghubungi hotline BPOLBF sebelum keberangkatan.