RUTENG — Guncangan gempa dirasakan cukup kuat oleh warga Kabupaten Manggarai pada Kamis pagi. Berdasarkan laporan BMKG, getaran mencapai skala intensitas III-IV MMI (Modified Mercalli Intensity), yang artinya dirasakan nyata oleh banyak orang di dalam rumah hingga menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan jendela kaca bergetar.
Meski getarannya terasa jelas, laporan awal belum menunjukkan adanya kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat kejadian ini. BMKG mencatat episenter gempa berada di koordinat 8.32 Lintang Selatan (LS) dan 120.57 Bujur Timur (BT).
Kepala pusat gempa bumi BMKG melalui keterangan resminya mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. "Pusat gempa berada di darat 34 km timur laut Ruteng Manggarai dan gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat," tulis BMKG melalui website resminya.
Dengan kedalaman hiposenter yang dangkal, yakni 10 kilometer, guncangan terasa signifikan di permukaan. BMKG memastikan kejadian ini tidak berpotensi tsunami, sehingga masyarakat di pesisir tidak perlu melakukan evakuasi.
Skala MMI III-IV yang dilaporkan BMKG mengindikasikan guncangan dirasakan oleh beberapa orang, namun tidak menyebabkan kerusakan atau kecelakaan. Pada skala ini, warga yang sedang tidur mungkin terbangun, dan kendaraan yang sedang berjalan terasa bergoyang.
Kejadian gempa di Ruteng ini menambah catatan aktivitas seismik di Indonesia. BMKG mencatat dalam sepekan terakhir terjadi 69 kali gempa signifikan yang dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, dengan variasi magnitudo dan kedalaman yang berbeda-beda.
Masyarakat Manggarai diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, namun tidak perlu panik berlebihan. Pastikan informasi yang diterima berasal dari kanal resmi BMKG, baik melalui website maupun aplikasi mobile, untuk menghindari berita bohong.