Pencarian

Usai Mudik Ribuan Kilometer, Jangan Langsung Pakai Mobil untuk Aktivitas Harian, Ban hingga Aki Wajib Diperiksa

Selasa, 18 Agustus 2026 • 08:59:31 WIB
Usai Mudik Ribuan Kilometer, Jangan Langsung Pakai Mobil untuk Aktivitas Harian, Ban hingga Aki Wajib Diperiksa
Ban diperiksa untuk memastikan kondisi tapak dan tekanan angin tetap aman setelah perjalanan mudik.

NUSA TENGGARA TIMUR — Perjalanan panjang membuat seluruh komponen kendaraan bekerja ekstra keras dalam durasi yang lama. Gesekan terus-menerus, beban kendaraan, serta perubahan temperatur selama ribuan kilometer bisa memicu keausan yang tidak langsung terlihat secara kasat mata.

Pemeriksaan pasca-mudik tidak selalu berarti mobil harus langsung masuk bengkel untuk servis besar. Ada beberapa komponen kunci yang bisa dicek terlebih dahulu secara mandiri untuk memastikan kondisi kendaraan tetap aman dan layak pakai untuk mobilitas sehari-hari.

Ban Jadi Prioritas Utama Pemeriksaan Pasca-Mudik

Komponen pertama yang wajib diperiksa adalah ban. Selama perjalanan jauh, ban mengalami friksi konstan dengan aspal dan menopang beban kendaraan dalam waktu lama, sehingga menjadi bagian paling rentan aus.

Periksa seluruh permukaan tapak ban untuk mencari tanda keausan yang tidak merata. Amati apakah bagian dalam atau luar ban lebih cepat menipis, ada benjolan di dinding ban, retakan halus, atau benda tajam seperti paku yang menancap di alur ban.

Tekanan udara juga harus menjadi perhatian. Tekanan ban bisa berubah signifikan akibat fluktuasi temperatur, beban muatan, dan kondisi jalan yang dilalui. Jangan hanya mengandalkan pengamatan visual karena ban yang tampak normal belum tentu memiliki tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan.

Kedalaman tapak ban perlu diukur. Jika sudah mendekati batas indikator keausan (Triangle Wear Indicator/TWI), sebaiknya jangan dipaksakan untuk perjalanan jauh berikutnya. Ban yang gundul memiliki daya cengkeram dan kemampuan membuang air yang buruk, terutama saat melintasi jalan basah.

Oli, Rem, dan Sistem Pendingin: Cegah Kerusakan Sebelum Menjadi Mahal

Oli mesin bekerja melumasi komponen internal dengan suhu tinggi selama perjalanan ribuan kilometer. Cek level oli melalui dipstick saat mesin dalam keadaan dingin. Jika volumenya berkurang drastis atau warnanya sudah hitam pekat, segera lakukan penggantian untuk menjaga performa mesin.

Sistem rem juga krusial. Perjalanan panjang di medan menurun atau macet membuat kampas rem dan cakram bekerja maksimal. Dengarkan suara decitan saat pengereman dan rasakan apakah pedal rem terasa lebih dalam dari biasanya. Kondisi tersebut bisa menjadi indikasi kampas rem telah menipis atau minyak rem berkurang.

Jangan lupa memeriksa cairan pendingin (coolant) pada reservoir. Pastikan volumenya berada di antara batas minimal dan maksimal. Sistem pendingin yang bermasalah setelah perjalanan jauh bisa menyebabkan mesin overheat dan berujung pada kerusakan serius pada gasket kepala silinder.

Aki dan Suspensi Sering Terlupakan Setelah Perjalanan Jauh

Aki bekerja ekstra keras untuk mensuplai daya ke sistem kelistrikan selama perjalanan. Periksa kondisi fisik aki, pastikan terminalnya bersih dari korosi dan kencang. Jika mobil jarang dipakai setelah mudik, tegangan aki bisa drop dan menyulitkan saat starter pertama kali.

Terakhir, periksa komponen suspensi seperti shockbreaker dan karet-karet pengikat. Perjalanan di jalan rusak atau berlubang bisa membuat komponen ini cepat aus. Waspadai jika muncul bunyi berdecit saat melewati polisi tidur atau mobil terasa limbung saat bermanuver.

Pemeriksaan menyeluruh ini tidak memakan banyak waktu, tetapi dampaknya besar untuk menghindari kendaraan mogok di tengah kemacetan atau biaya perbaikan yang jauh lebih mahal akibat kerusakan yang dibiarkan berkepanjangan.

Follow kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumeks.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks