JAKARTA — Angka kematian akibat gempa bumi Flores terus bertambah. BNPB melaporkan total 100 orang meninggal dunia, sementara 1.603 warga lainnya masih menjalani perawatan karena mengalami luka-luka.
"Perlu kami tegaskan, 100 orang yang meninggal ini adalah korban gempa yang semula luka berat dan dirawat di fasilitas kesehatan, namun tidak berhasil diselamatkan. Angka ini naik dari 48 orang pada hari pertama dan kedua," kata Suharyanto dalam konferensi pers, Senin.
Data BNPB menunjukkan dampak kerusakan yang masif. Sebanyak 73.818 unit rumah warga rusak dengan rincian 23.276 unit rusak berat, 17.563 unit rusak sedang, dan 32.979 unit rusak ringan.
Guncangan berkekuatan besar itu juga merusak 1.915 fasilitas umum. Bangunan yang terdampak meliputi sekolah, tempat ibadah, kantor pemerintahan, serta berbagai infrastruktur publik lainnya di wilayah Flores dan sekitarnya.
Hingga hari kedelapan pascagempa utama, aktivitas seismik masih terus berlangsung. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 6.409 kali gempa susulan yang memicu kekhawatiran warga untuk kembali ke rumah masing-masing.
Kondisi darurat memaksa 180.327 jiwa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Mereka tersebar di tenda-tenda pengungsian, gedung pemerintahan, serta rumah kerabat yang tidak rusak akibat bencana.
Kebutuhan mendesak seperti makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, serta terpal dan tenda pengungsian menjadi prioritas utama penanganan darurat yang dilakukan tim gabungan.
Suharyanto mengingatkan bahwa data yang dilaporkan saat ini masih bersifat sementara. Pencatatan dilakukan secara berjenjang dari tingkat kampung, rukun tetangga, desa, camat, hingga bupati sebelum akhirnya direkap di tingkat nasional bersama BPS.
"Seiring berjalannya waktu, data ini akan semakin lengkap. Proses pengumpulan dilakukan dari bawah ke atas hingga tingkat nasional," ujarnya.
Pemerintah pusat dan daerah saat ini masih fokus pada pencarian, evakuasi, dan penanganan korban luka berat. Logistik bantuan terus disalurkan ke titik-titik pengungsian yang tersebar di sejumlah kabupaten terdampak.