KUPANG — Dampak gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pekan lalu terus bertambah. Data sementara BNPB per hari ini mencatat 53.971 unit rumah warga rusak, tersebar di tujuh kabupaten. Dari jumlah tersebut, 19.006 unit masuk kategori rusak berat, 11.777 unit rusak sedang, dan 23.188 unit lainnya rusak ringan.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyebut pendataan ini menjadi fondasi utama untuk menentukan skema bantuan pemulihan, termasuk kebutuhan hunian sementara (huntara) dan dana tunggu hunian (DTH) bagi para korban.
Data by Name by Address Hampir Rampung, Satu Kabupaten Menyusul
BNPB memastikan pendataan BNBA sudah dikantongi untuk enam kabupaten. Sementara itu, proses pendataan di Kabupaten Manggarai masih berjalan dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
“Data ini menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH),” ujar Berton dalam keterangan resminya, Senin pekan ini.
Verifikasi Lapangan Berjalan di Nagekeo, Sampling Jadi Penentu
Di Kabupaten Nagekeo, verifikasi lapangan telah berlangsung selama dua hari terakhir. Tim menggunakan instrumen pendataan resmi BNPB untuk mencocokkan kondisi faktual di lokasi dengan laporan awal.
Berton menegaskan, jika hasil sampling menunjukkan ketidaksesuaian data, maka verifikasi ulang akan langsung dilakukan. Langkah ini ditempuh untuk memastikan akurasi sebelum bantuan diputuskan.
Penanganan Darurat Tetap Prioritas, Pendataan Berjalan Simultan
Di tengah proses verifikasi yang berlangsung, BNPB menekankan bahwa evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak tetap menjadi prioritas utama. Pendataan kerusakan dilakukan secara paralel agar masa transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan berjalan tanpa jeda.
“Langkah ini dilakukan agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat diidentifikasi secara cepat dan akurat,” tandas Berton.
Angka kerusakan yang dirilis saat ini masih bersifat sementara dan akan diperbarui seiring selesainya verifikasi di lapangan. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan mengikuti arahan petugas setempat.