BNPB Sebut Pengungsi Gempa NTT Bertambah 16.394 Orang Usai Validasi, Kabupaten Ngada Alami Lonjakan Signifikan

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Minggu, 30 Agustus 2026 | 00:13:02 WIB
BNPB mencatat penambahan 16.394 pengungsi gempa NTT setelah proses validasi data lapangan.

JAKARTA — Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengungkapkan bahwa penambahan jumlah pengungsi ini merupakan hasil pembaruan data setelah proses validasi di lapangan. Sebelumnya, dua hari lalu BNPB justru mencatat adanya pengurangan jumlah pengungsi, namun angka terbaru menunjukkan tren sebaliknya.

"Kami mendapatkan tambahan lagi terkait dengan jumlah pengungsi. Jadi kita lihat di sini kalau beberapa dua hari yang lalu kita mendapatkan pengurangan tapi kali ini adalah tambahan. Dan ketambahannya sebesar 16.394 orang," kata Berton, Sabtu (29/8/2026).

Lonjakan Pengungsi Terpusat di Ngada

Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan BNPB, penambahan pengungsi terbanyak tercatat berada di Kabupaten Ngada. Meski demikian, BNPB belum merinci secara spesifik faktor-faktor yang menyebabkan pertambahan signifikan di wilayah tersebut, apakah karena meluasnya area terdampak atau adanya warga yang baru melaporkan diri ke posko pengungsian.

Proses validasi data pengungsi ini merupakan langkah penting untuk memastikan distribusi bantuan logistik, layanan kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya tepat sasaran. Data yang akurat menjadi kunci dalam penanganan darurat pascagempa.

Data Berubah, Bantuan Harus Segera Disesuaikan

Dengan bertambahnya jumlah pengungsi, kebutuhan akan tenda, makanan siap saji, air bersih, serta layanan kesehatan darurat dipastikan ikut meningkat. Pemerintah daerah bersama BNPB dan instansi terkait diharapkan segera menyesuaikan rencana pemenuhan logistik berdasarkan data terbaru ini.

Penambahan angka pengungsi yang signifikan juga menjadi catatan penting bagi proses pemulihan pascabencana. Setiap jiwa yang mengungsi membutuhkan penanganan yang layak hingga masa tanggap darurat berakhir dan proses rekonstruksi tempat tinggal dimulai.

Hingga berita ini diturunkan, BNPB masih terus melakukan pemutakhiran data di lapangan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan mengikuti arahan petugas di lokasi pengungsian.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: nasional.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top