LEMBATA — Aktivitas erupsi Gunung Ile Lewotolok terjadi dua kali dalam rentang waktu kurang dari satu jam pada Senin pagi. Letusan pertama terekam pukul 05.41 Wita dan letusan kedua menyusul pada pukul 06.15 Wita, dengan karakteristik kolom abu yang hampir identik.
Pengamat Gunung Api Ile Lewotolok, Stanislaus Ara Kian, melaporkan kolom abu dari erupsi pertama teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah tenggara dan barat daya. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi sekitar 42 detik.
"Letusan pertama tersebut juga disertai suara dentuman dengan intensitas sedang," ujar Stanislaus dalam laporan yang diterima di Kupang, Senin.
Pada erupsi kedua yang terjadi sekitar pukul 06.15 Wita, tinggi kolom abu juga mencapai sekitar 600 meter di atas puncak. Abu vulkanik berwarna kelabu dengan intensitas tebal kali ini condong ke arah barat daya.
Aktivitas seismik pada letusan kedua terekam dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi lebih lama, yakni sekitar satu menit enam detik. Stanislaus menyebut letusan kedua disertai dentuman dengan intensitas lemah.
Dengan status Level II (Waspada), masyarakat di sekitar Gunung Ile Lewotolok serta pengunjung, pendaki, dan wisatawan dilarang memasuki wilayah radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung. Larangan juga berlaku untuk memasuki sektor selatan dan tenggara dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas.
Potensi bahaya yang perlu diwaspadai adalah guguran atau longsoran lava serta awan panas yang bisa mengarah ke sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut gunung. Warga yang bermukim di sekitar gunung diminta waspada terhadap potensi hujan abu.
Untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik yang terbawa angin, masyarakat diimbau menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit. Warga juga diminta menutup tempat penampungan air bersih agar terhindar dari paparan abu vulkanik.
Pemerintah daerah dan masyarakat diminta senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape, maupun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) atau Badan Geologi di Bandung untuk memperoleh informasi terbaru mengenai aktivitas gunung api tersebut.